Home Pemerintah Kotawaringin Timur Dari Roti hingga Kerupuk Ikan, Potensi Pangan Lokal Mentaya Hilir Selatan Didorong Jadi Peluang Usaha

Dari Roti hingga Kerupuk Ikan, Potensi Pangan Lokal Mentaya Hilir Selatan Didorong Jadi Peluang Usaha

  Redaksi   | Sabtu , 31 Oktober 2026
e777343f3335cca6234e6b514c896953.jpg
Pengembangannya didorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kotim untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui kegiatan kewirausahaan, di Mentaya Hilir Selatan, Sabtu (31/10). (Diskominfo Kotim/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Beragam produk olahan pangan lokal di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai mendapat perhatian sebagai potensi usaha produktif masyarakat. Pengembangannya didorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kotim untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui kegiatan kewirausahaan, Sabtu (31/10).

Ketua DWP Kabupaten Kotim, Ny. Rani Diana Setiawan, membuka kegiatan kunjungan pelatihan kewirausahaan ekonomi berbasis ketahanan pangan tersebut. Dalam kesempatan itu, rombongan menggali berbagai potensi usaha yang telah dikembangkan masyarakat setempat.

Sejumlah produk olahan yang menjadi perhatian di antaranya roti, kerupuk ikan, kue ilat sapi, hingga aneka bumbu dapur. Produk-produk tersebut memperlihatkan peluang pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi barang bernilai tambah.

Pengembangan produk olahan tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha rumahan dan usaha mikro. Dengan pengolahan serta pengembangan produk yang tepat, potensi pangan di lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga.

Melalui kegiatan ini, DWP Kotim mendorong perempuan agar semakin kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Perempuan diharapkan dapat mengembangkan kemampuan usaha sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Kegiatan tersebut mengusung semangat “DWP Berdaya, Ekonomi Keluarga Berjaya”. Tema ini mencerminkan dorongan agar perempuan semakin produktif, mandiri, dan memiliki daya saing dalam mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.

Pengembangan usaha kreatif berbasis pangan lokal diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah pada produk, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat Mentaya Hilir Selatan. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami