Home Berita Metropolis Listrik Padam 5 Jam di Cempaga, Pedagang Kecil Kelimpungan

Listrik Padam 5 Jam di Cempaga, Pedagang Kecil Kelimpungan

  Sugianto   | Kamis , 22 Oktober 2026
c90ca06350bc216fe7fe2dd692896079.jpg
Ilustrasi pedagang es kesulitan saat listrik padam, penjualan mereka akibatnya tercekik.(Dibuat dengan keceerdasanm buatan/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT - Pemadaman listrik selama sekitar lima jam mengganggu aktivitas warga di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (22/10). Bagi pedagang kecil, gangguan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu bukan sekadar menghambat pekerjaan, tetapi juga menyulitkan mereka menjalankan usaha.

Seorang warga Cempaga, Irma, mengatakan listrik di wilayahnya padam sekitar pukul 09.00 WIB dan baru kembali menyala sekitar pukul 14.00 WIB.

Irma yang sehari-hari berjualan es mengaku kesulitan melayani pembeli selama listrik padam. Blender yang digunakan untuk menunjang penjualan tidak bisa dioperasikan, sementara transaksi digital juga terkendala karena jaringan seluler sulit digunakan.

“Saya jualan es, cup reseller, blender tidak bisa digunakan. Selain itu, jaringan seluler juga sulit untuk aktivitas transfer antar dana. Pokoknya hari ini kami sangat kesulitan,” keluh Irma.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya informasi mengenai pemadaman bergilir pada hari itu. Karena itu, ia tidak sempat menyiapkan langkah antisipasi agar kegiatan usahanya tetap berjalan selama pasokan listrik terputus.

Menurut Irma, gangguan listrik bukan kali pertama terjadi. Dalam sepekan terakhir, ia mengaku beberapa kali mengalami pemadaman, bahkan listrik kembali mati dalam rentang dua hingga tiga hari setelah gangguan sebelumnya.

“Dalam pekan ini kerap kali mati. Paling dua sampai tiga hari, mati lagi. Kami berharap ada solusi supaya kondisi seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Bagi pelaku usaha kecil, kepastian pasokan listrik berpengaruh langsung terhadap kelancaran aktivitas harian. Ketika peralatan utama tidak dapat digunakan, proses menyiapkan dagangan dan melayani pembeli ikut terhambat.

Keluhan tersebut muncul ketika warga Kotim juga menghadapi kondisi kabut asap yang menyelimuti Sampit dan sejumlah wilayah sekitarnya. Dua persoalan ini menambah tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Irma berharap penyedia layanan listrik memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan serta informasi pemadaman yang mudah diakses masyarakat. Informasi tersebut dinilai penting agar warga, terutama pelaku usaha kecil, dapat mengantisipasi dampak pemadaman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia layanan listrik mengenai penyebab pemadaman di wilayah Cempaga maupun keluhan gangguan yang disebut berulang. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami