Home Pemerintah Kotawaringin Timur Hujan Mulai Turun, Status Tanggap Darurat Karhutla Kotim Diperpanjang hingga 15 November

Hujan Mulai Turun, Status Tanggap Darurat Karhutla Kotim Diperpanjang hingga 15 November

  Redaksi   | Kamis , 29 Oktober 2026
575dec9b253183b838ff783cfc62863b.jpg
Bupati Kotawaringin Timur memimpin rapat evaluasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kamis (29/10). (Diskominfo Kotim/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama 16 hari, mulai 31 Oktober hingga 15 November 2026. Keputusan tersebut diambil meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah karena masih terdapat lokasi yang memerlukan penanganan.

Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan keputusan itu dalam rapat evaluasi bersama jajaran terkait di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kamis (29/10).

“Walaupun hujan sudah turun, kita tidak boleh lengah. Kita masih harus memastikan kondisi di lapangan benar-benar aman, karena masih ada titik yang memerlukan penanganan,” kata Halikinnor.

Sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Seranau, dan sebagian wilayah Baamang. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman, pendinginan lahan, serta patroli untuk mencegah munculnya titik api baru.

Halikinnor juga mengingatkan potensi bara api yang masih tersimpan di dalam tanah, terutama pada lahan gambut. Meski api dan asap tidak lagi terlihat di permukaan, bara tersebut berpotensi memicu kebakaran kembali.

Karena itu, pemerintah daerah meminta petugas terus memantau kondisi lapangan dan memastikan lokasi yang telah ditangani tidak kembali terbakar. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran.

Perpanjangan status tanggap darurat diharapkan mendukung kelanjutan penanganan karhutla dan kekeringan di wilayah Kotim. Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat turut menjaga lingkungan agar kebakaran tidak kembali meluas. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami