KLIK. PALANGKA RAYA – Penurunan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) belum membuat pemerintah mengendurkan upaya penanganan. Sebanyak 16.478 personel dari berbagai unsur tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah dalam beberapa waktu terakhir turut menurunkan jumlah titik panas dan titik api. Meski demikian, patroli, pemantauan, dan kesiapsiagaan personel tetap berjalan.
"Patroli, pemantauan, dan kesiapsiagaan personel tetap diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," katanya, Senin (2/11).
Toyib menyebutkan, total 16.478 personel yang terlibat dalam penanganan karhutla berasal dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta elemen masyarakat lainnya.
Seiring menurunnya kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir, jumlah personel di lapangan dievaluasi secara bertahap sesuai kebutuhan. Namun, kegiatan patroli dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera diketahui.
"Seiring eskalasi turun beberapa hari terakhir ini, jumlah personel di lapangan dievaluasi secara bertahap sesuai kebutuhan. Tapi patroli dan pemantauan tetap dilakukan," tegasnya.
Selain kesiapan personel, pemerintah daerah juga memperkuat sarana dan prasarana pendukung penanganan karhutla. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menjadi sumber air saat pemadaman kebakaran lahan.
BPBD juga memastikan kebutuhan petugas dan relawan selama bertugas tetap diperhatikan. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan operasional, konsumsi, serta perlengkapan keselamatan.
"Pemerintah tetap mengarahkan penanganan pada pengendalian titik api, perlindungan masyarakat, dan keselamatan personel hingga kondisi benar-benar terkendali," pungkasnya. (KLIK-RED)