KLIK.MUARA TEWEH – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyusuri kawasan Hutan Dulan Lestari di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan tersebut, dia melihat langsung upaya perlindungan hutan dan habitat satwa liar yang dilakukan melalui kolaborasi Yayasan Kalaweit, ANUA, dan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan itu, Raja Juli didampingi pendiri Yayasan Kalaweit Chanee Kalaweit dan Andrew. Mereka menyusuri kawasan hutan sekaligus berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar.
Kawasan Dulan Lestari menjadi habitat berbagai satwa, di antaranya orangutan, beruang madu, owa, dan sejumlah jenis satwa lainnya. Keberadaan satwa tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan.
Raja Juli mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan pengalaman dan masukan langsung dari Chanee terkait kondisi konservasi di lapangan.
Selain menyusuri kawasan hutan, rombongan memeriksa rekaman kamera pemantau atau camera trap. Rekaman tersebut memperlihatkan aktivitas sejumlah satwa liar, seperti orangutan, beruang, dan pelanduk.
Menurut Raja Juli, rekaman tersebut menunjukkan bahwa kawasan hutan masih menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis satwa yang perlu dilindungi.
Dia menegaskan, upaya menjaga hutan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan lembaga konservasi dan masyarakat setempat diperlukan agar perlindungan hutan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang dialog dan memperkuat kerja sama dengan pihak-pihak yang selama ini terlibat langsung dalam kegiatan konservasi.
Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada Chanee, Andrew, dan seluruh tim Kalaweit atas dedikasi mereka dalam menjaga hutan serta satwa liar Indonesia.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat perlindungan habitat sekaligus menjaga keberlangsungan populasi satwa liar di Kalimantan Tengah. (KLIK-RED)