KLIK. SAMPIT— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengikuti kegiatan lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Desa Begendang Hilir mewakili Kotim ke tingkat Provinsi, tim panitia turun langsung ke desa melakukan penilaian.
Tim penilai didamping Wakil Bupati Kotim, Irawati, di Senin (21/6). Langsung meninjau dan menilai Desa Begandang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, dalam beberapa sektor penilaian.
Dalam sambutannya Irawati mengatakan, Pelaksanaan Penilaian Desa Terbaik Kabupaten se-Kalteng tahun 2021, merupakan penilaian prestasi atas pelaksanaan pembangunan dan hasil yang dicapai oleh masing-masing desa setiap tahunnya.
“Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi, untuk pembangunan dan pengembangan desa. Sekaligus memberdayakan masyarakat untuk mencapai desa mandiri,” terang Irawati.
Masyarakat dan pemerintah desa, harus memahami terkait indikator penilaian lomba desa. Baik itu dibidang pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan ,dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan dan pemberdayaan serta kesejahteraan keluarga.
“Masyarakatnya harus kompak, mendukung upaya pemerintah desa untuk menjadi desa mandiri. Semua elemen masyarakat harus terlibat, upaya membangun desa tidak dapat hanya dilakukan oleh satu kelompok saja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes), Hawianan, menyebut, selain Desa Bagendang Hilir mewakili Kotim untuk lomba desa tingkat provinsi, kelurahan Sawahan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang juga mewakili Kotim untuk lomba kelurahan tingkat Provinsi Kalteng
“Penilaian pada umumnya adalah penyelenggaraan desa dan kelurahan secara umum, seperti di masa pandemi bagaimana langkah desa dan kelurahan menghadapi pandemi COVID-19," terangnya.
Menurutnya, ada beberapa keuntungan dalam pelaksanaan lomba desa dan kelurahan. Selain sebagai ajang kompetisi antardesa dan antarkelurahan, diantaranya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dari semua golongan dalam membangun desa dan kelurahan.
"Bagaimana desa dan kelurahan itu mampu menggerakkan ekonomi desa, menumbuhkan usaha dalam menghadapi pandemi COVID-19, seperti di Desa Bagendang Hilir itu BUMDes-nya jalan, mereka mengembangkan madu kelulut dan mengolah berbagai kerajinan," terangnya.
Selain itu juga mendorong budaya literasi bagi masyarakat desa melalui perpustakaan desa, pihak desa memanfaatkan pekarangan di samping perpustakaan desa untuk ruang terbuka hijau bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat khususnya pelajar. (KLIK-RED)