KLIK. SAMPIT – Tingkat penularan Covid-19 di Kotawaringin Timur, saat ini mengalami penurunan yang menggembirakan. Hal ini berdampak terhadap semua bidang, tak terkecuali bagi hal-hal tabu, seperti keberadaan waria. Menggeliatnya aktivitas waria ini justru meresahkan sejumlah warga.
"Kalau dulu, mereka - mereka (waria) tak ada yang berani mangkal. Sekarang setelah pandemi melandai, mereka kerap melambai," kata Iyan, salah seorang warga di sekitar Taman Kota Sampit, Sabtu (9/10)
Berdasarkan pantauan warga sejumlah waria kembali berkeliaran di sekitar Taman Kota Sampit saat malam hari. Bahkan pengakuan warga yang sering melihat, sejumlah waria tidak mengenakan masker.
"Mungkin takut lipstiknya hilang, jadi enggak pakai masker," kata Hadi, pengguna jalan yang lewat sekitar Taman Kota.
Di sisi lain warga mulai lega dengan menurunnya pandemi, tapi di sisi lain hal-hal yang berbau prostitusi yang dianggap penyakit masyarakat juga mulai bergairah.
Keberadaan waria menjadi pemandangan umum kehidupan malam perkotaan yang terjadi sebelumnya pandemi. Kini hal tersebut tampaknya turut menyesuaikan diri dengan normal baru atau adaptasi kebiasaan baru.
"Berarti fungsi pengawasan harus jalan lagi, Satpol PP harus sering patroli lagi. Terutama terhadap aktivitas - aktivitas yang menjurus kepada penyakit masyarakat,"pungkas Rahmad, warga lainnya. (KLIK-RED)