KLIK. SAMPIT — EN (25), korban bunuh diri, di Dusun Baninan, Desa Rubung Buyung, sebelum mengakhiri hidupnya, sempat membuat heboh lewat status di media sosial Whatsapp miliknya.
Pesan terakhir EN di media sosial bertulisan ia meminta agar mencari dirinya jika dalam waktu beberapa jam bila tidak pulang ke rumah.
“Amun bara jam 3 dia buli, gau iih aku lah laku dohop dengan ketun,” tulisnya dalam bahasa suku dayak.
Tidak hanya itu EN juga menuliskan pesan dengan yang menurutnya ini hari terakhir kerabatnya melihatnya di sekitar.
“Mungkin sinde jitu ih ketun payah aku, ” katanya, yang artinya mungkin kali ini saja kalian melihat aku.
Ia juga memasang gambar seutas tali menggantung “menunggu ii tuh” artinya menunggu ini saja.
EN juga terakhir memperbarui status dengan simbol menangis.
Maka dari itu Iwo yang merupakan sepupu EN melihat status korban dan berinisiatif mencari korban dengan harapan EN tidak melakukan apa yang di statusnya.
Namun semua terlambat, Iwo mendapati korban dengan tergantung di pohon yang berada di seberang sungai, Dusun Baninan, Desa Rubung Buyung, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (11/10). (KLIK-RED)