Home Pemerintah Pemprov Kalteng Belajar dari Pengalaman, Pemprov Kalteng Siap Hadapi Varian Omicron

Belajar dari Pengalaman, Pemprov Kalteng Siap Hadapi Varian Omicron

  Redaksi   | Rabu , 05 Januari 2022
c5d45f2a6398cf8d44ff12e9044573c3.jpg
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran diwawancarai setelah rapat terbatas membahas penanganan Covid-19.

KLIK. PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran memastikan pemerintah akanb selalu siap mengantisipasi potensi lonjakan kasus penularan Covid-19, terkhusus dengan munculnya varian baru, yakni Omicron.

Pemerintah bersama dengan perangkat terkait lainnya telah beberapa kali menghadapi lonjakan kasus, terutama di tahun 2021 yang lalu. Belajar dari pengalaman ini, Gubernur yakin pemerintah dan mitranya bisa mengantisipasi supaya tidak terjadi lonjakan kasus yang besar.

“Semua tidak berharap terjadi lonjakan kasus, tapi kalau nanti ditemukan Omicron di Kalteng, pemerintah pada intinya sudah siap dengan belajar dari varian yang sebelumnya,” kata dia.

Selain tetap menjalankan fungsi ruang isolasi di tiap rumah sakit, pemerintah tetap mempercepat kegiatan vaksinasi dengan koordinasi bersama Polda Kalteng. Percepatan vaksinasi ini untuk membentuk kekebalan kelompok, hingga membuat masyarakat dapat terhindar dari Covid-19.

“Polda sudah bilang sudah memberi arahan kepada jajarannya untuk membantu pemerintah daerah melakukan vaksinasi,” kata Sugianto.

Mengenai kegiatan vaksinasi ini, Sugianto memastikan pemerintah tidak hanya fokus menyesaikan vaksinasi umum dosis satu dan dua. Akan tetapi pemerintah turut mengejar capaian vaksinasi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun untuk diselesaikan.

Di Kalteng ada sekitar 271.000 anak usia 6 sampai 11 tahun yang akan mendapat vaksinasi. Jika stok vaksin dari pusat lancar didistribusikan, vaksinasi anak ini diharapkan bisa selesai dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan.

“Untuk vaksinasi anak sudah dilakukan di beberapa kabupaten dan kota, saya berharap daerah lain menyusul. Karena dengan vaksinasi ini akan membuat kekebalan, sehingga bisa mengantisipasi varian tertular, terlebih antisipasi varian baru,” katanya mengakhiri. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami