KLIK. PALANGKA RAYA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng, Kaspinor memaparkan, pembangunan Pelabuhan Utama di Teluk Sampit merupakan program strategis pemerintah dalam bidang peningkatan perekonomian.
Saat ini program pembangunan Pelabuhan Utama masih dalam proses pengkajian, utamanya untuk melihat apa saja kesesuaian potensi-potensi yang bisa dikembangkan. Dari kajian itu akan memunculkan kebijakan yang memungkinkan untuk mendukung gagasan yang berkenaan penguatan investasi dan ekonomi daerah.
“Fungsi daripada Pelabuhan Utama ini diharapkan bisa menjadi pendorong ekonomi daerah, karena nanti ada kegiatan investasi, optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam di sana,” kata dia, Kamis (3/2).
Kaspinor menerangkan, jika pemerintah telah belajar dari pengalaman yang selama ini terjadi. Tidak adanya Pelabuhan Utama membuat sumber daya alam Kalteng yang diangkut ke luar daerah tidak memberi manfaat besar.
Hasil ekspor sebagian besar hasil sumber daya alam Kalteng tidak bisa dirasakan dampaknya, karena lalu lintas pengangkutan ekspornya melalui pelabuhan di daerah lain. Jika dihitung-hitung, hampir 75 persen ekspor hasil sumber daya alam tidak dirasakan Kalteng.
“Dengan melihat kondisi-kondisi sekarang, pemerintah melihat apa yang menjadi kelemahan? Salah satunya kita tidak punya pelabuhan besar untuk aktivitas ekspor. Maka dari itu Pelabuhan Utama di Teluk Sampit ini didorong,” katanya menerangkan.
Kendati belum mengetahui secara pasti kapan infrastruktur laut itu mulai dibangun, namun Kaspinor mengaku yakin dengan tahapan kajian, penyiapan kawasan, hingga penguatan regulasi, maka dapat digaribawahi tahapan pengembangan Pelabuhan Utama Teluk Sampit ini tidak akan terjadi kendala.
“Kalau pembangunan belum ada target karena masih dalam tahap kajian. Akan tetapi pemerintah berkomitmen kegiatan ini terlaksana dengan baik di lapangan,” katanya mengakhiri. (KLIK-RED)