Home Pemerintah Kotawaringin Barat Kobar Susun RPJM Desa dengan Pemutakhiran SDGs

Kobar Susun RPJM Desa dengan Pemutakhiran SDGs

  Redaksi   | Rabu , 23 Maret 2022
6ee9ec96c6f73b4703ea77384b620afd.jpg
Kepala DPMD Kabupaten Kotawaringin Barat, Yudhi Hudaya.

KLIK.PANGKALAN BUN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotawaringin Barat (Kobar) memberikan arahan tentang Penyusunan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Desa yang mengacu pada SDGs (Sustainable Development Goals kepada seluruh kecamatan dan desa se-Kabupaten Kobar. 

Kepala DPMD Kotawaringin Barat, Yudhi Hudaya mengatakan, SDGs desa merupakan upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dikatakannya, saat ini setiap desa sedang disibukan dengan pembuatan RPJM Desa yang didalamnya harus memuat dan berbasis pada pemutakhiran SDGs dan IDM (Indeks Desa Membangun) sebagai langkah dalam ketepatan sasaran dalam implementasi RPJM Desa.

"Penyusunan RPJM Desa harus mampu memuat SDGs dan IDM sebagai indikator dalam penyusunan dan RPJM Desa. Saat ini ada 81 desa yang menyusun RPJM Desa," jelas Yudhi Hudaya, Rabu (23/3).

Ia menjelaskan, seluruh kepala desa wajib melihat dan memahami isi RPJM Desa tersebut agar dapat sesuai dengan kebijakan yang diberikan.Tujuannya adalah untuk memutakhirkan IDM dan sasaran SDGs nanti di lapangan. 

"Menurutnya, selain itu juga tentunya agar apa yang akan kita kerjakan dapat mencakup semua visi dan misi bupati," katanya. 

Yudhi Hudaya mengatakan, bahwa pengertian Pendataan Desa adalah proses penggalian, pengumpulan, pencatatan, verifikasi dan validasi Data SDGs Desa. Dalam pendataan desa tersebut tentu akan memuat data yang objektif kewilayahan dan kewargaan desa berupa aset dan potensi aset desa yang dapat didayagunakan untuk pencapaian tujuan pembangunan desa, masalah ekonomi, sosial, dan budaya. 

Dilanjutnya, dari itu semua yang dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi penyusunan program dan kegiatan pembangunan desa, serta data dan informasi terkait lainnya yang menggambarkan kondisi objektif desa dan masyarakat desa.

"Berdasarkan hal tersebut tentu harapannya ke depan dengan adanya pemutakhiran SDGs desa ini, baik secara nasional kita dapat menuju pencapaian bangsa yang kita inginkan," katanya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami