Home Pemerintah Kotawaringin Timur Produksi Minyak Goreng dari Kopra, Bupati Kotim Mengapresiasi PKH Teluk Sampit

Produksi Minyak Goreng dari Kopra, Bupati Kotim Mengapresiasi PKH Teluk Sampit

  Redaksi   | Kamis , 11 Agustus 2022
c779ff24dfa484b36773a7af0ac807c2.jpg
Koordinator PKH Teluk Sampit Zulfikar, mengenalkan minyak goreng dari kelapa kepada Bupati Kotim, Halikinnor, Kamis (11/8).

KLIK.SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, mengapresiasi Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM-PKH) dari Kecamatan Teluk Sampit, yang berinisiatif memproduksi minyak goreng dari kopra atau daging buah kelapa yang kering. 

Menurut Halikinnor, upaya ini bisa menjadi solusi akan masalah mahalnya minyak goreng dari kelapa sawit yang sering terjadi di Indonesia. 

"Ini sangat bagus bisa menjadi solusi permasalahan minyak goreng. Apalagi ini katanya lebih sehat dan higienis daripada minyak sawit," ujar Halikinnor, Kamis (11 /8). 

Halikinnor memotivasi PKH yang memproduksi minyak kelapa tersebut. Harapannya tak hanya bisa memenuhi untuk keperluan lokal tapi juga ekspor ke luar negeri. 

Halikinnor juga menyarankan agar segera mengurus perizinan baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan hingga sertifikasi halalnya. 

Pendamping PKH Teluk Sampit, Zulfikar mengaku pihaknya terkendala peralatan dalam memproduksi minyak kelapa dalam sekala besar. Saat ini mereka masih menggunakan peralatan pres kopra bekas yang terbatas kemampuannya. 

"Kami berharap bantuan alat, karena hanya mempunyai satu alat produksi saja itu pun bekas. Apabila kami memiliki alat penunjang maka akan sangat membantu dan memungkinkan untuk produksi besar-besaran," akhirnya. 

Menanggapi ini Halikinnor pun menyarankan agar PKH mengusulkan bantuan alat. Bila anggaran memungkinkan pemerintah akan memprioritaskannya. 

Pihak PKH melihat potensi besar dalam produksi minyak kelapa ini wilayah Selatan Kotim yang notabene penghasil kelapa terbesar. Ditambah buah yang melimpah dan harganya yang murah.

Harga kelapa yang murah tersebut membuat pihaknya membuat program mengelola buah kelapa yang murah tersebut bernilai jual lebih tinggi. 

"Saya mencoba mengembangkan agar buah kelapa itu harganya bisa meningkat dengan cara mengelola buah kelapa itu menjadi minyak goreng kelapa dan virgin coconut oil," ucapnya.

Zulfikar mengatakan pihaknya membuat atau mengelola buah kelapa menjadi minyak goreng tersebut bersama-sama dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Produksinya pun masih manual dengan tenaga manusia.

"Saya berharap program ini para KPM bisa bekerja dan tidak hanya menerima bantuan saja. Karena harga buah kelapa yang sudah menjadi minyak goreng bisa menjadi Rp 50 per liter," katanya. (KLIK-RED)

Editorial :
Redaksi

Baca Juga

Ikuti Kami