KLIK. PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali memperkuat komitmennya dalam penaggulangan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah provinsi ini.
Hal itu diungkapkan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat saat menghadiri Penggelaran Personel dan Sarana Prasarana (Sarpras) Karhutla dalam rangka Asistensi dan Supervisi Kesiapan Penanggulangan Karhutla Tahun 2023 oleh Tim Mabes Polri di Polda Kalteng, Rabu (15/3).
"Keseriusan kita bersama sangat penting supaya kejadian Karhutla tidak terjadi di Kalteng. Maka upaya penanggulangan harus diperkuat," kata dia.
Selain kesiapan sarana dan prasarana serta kebutuhan personel, kesiapan anggaran juga tidak kalah penting. Oleh sebab itulah, Pemprov Kalteng telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk kegiatan penanggulangan.
"Ini perlu kerja keras kita, sehingga saya minta kabupaten dan kota juga menyiapkan anggarannya untuk kegiatan penanggulangan Karhutla ini," katanya mengingatkan.
Sugianto menerangkan, bahwa setiap tahun di Kalteng delapan daerah yang rawan kebakaran. Fokus titik terparah ada di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Katingan, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Sukamara.
Gubernur mengungkapkan bahwa Polda Kalteng bersama Danrem 102/Pjg juga sudah menyatakan kesiapannya mulai dari sarpras dan anggota satgas di seluruh kabupaten dan kota.
"Secara keseluruhan Pemprov menyatakan siap menghadapi potensi Karhutla. Sarana dan prasarana siap, personel tercukupi, dan anggaran siap," katanya mengakhiri. (KLIK-RED)