Home Peristiwa Penggunaan Anggaran DPRD Kotim Bikin Geleng-Geleng: Bayar Listrik dan Air Miliaran hingga Pengadaan Kalender Puluhan Juta Rupiah

Penggunaan Anggaran DPRD Kotim Bikin Geleng-Geleng: Bayar Listrik dan Air Miliaran hingga Pengadaan Kalender Puluhan Juta Rupiah

  Redaksi   | Kamis , 14 September 2023
cdbc79bfe9548bb85db60fa0e5539ec8.jpg
Ilustrasi anggaran.

KLIK.SAMPIT - Total anggaran DPRD Kotim bertambah dari usulan awalnya Rp57 miliar kini menjadi Rp 61 miliar. Anggaran ini selain untuk gaji  dan tunjangan anggota DPRD Kotim, juga untuk membiayai perjalanan dinas. Serta untuk membiayai kesekretariatan para legislatif tersebut. 

Ada beberapa kegiatan sekretariat DPRD Kotim yang cukup menonjol untuk kegiatannya yakni pembayaran SMS masking. SMS masking ini merupakan suatu layanan SMS broadcast identitas pengirim SMS yang muncul pada layar ponsel penerima SMS merupakan organisasi atau institusi  dari pengirim yang sudah dikonfigurasi.

Pengguna layanan ini bebas menentukan nama Identitas pengirim SMS. SMS ini biasanya berupa pemberitahuan agenda rapat di DPRD dan kegiatan lainnya dengan nominal Rp 35, 19 juta.

Anggaran cukup fantastis juga terjadi pada pembayaran listrik dan air dalam setahun menelan dana Rp 1,2 miliar yakni  tagihan PDAM per bulan sekitar Rp 69 juta sedangkan listrik sekitar Rp 365 juta per tahun.

Selain itu DPRD Kotim juga diam-diam memiliki langganan 240 unit TV berlangganan, setiap bulannya  dengan membayar sekitar Rp 12 juta untuk langganan tersebut.  

Sementara itu untuk internet di situ ternyata menggunakan langganan internet untuk 12 unit sekitar Rp 10,3 juta per bulan. Selain itu juga ada langganan internet dari Faznet, penyedia layanan jaringan internet lokal, yang menelan dana Rp 15,5 juta per bulan. Sehingga dalam sebulan biaya internet mencapai Rp 25, 8 juta.  Ditambah lagi dengan biaya pemeliharaan website atau laman  DPRD Kotim sekitar Rp16 juta.

Sementara itu untuk bidang rumah tangga setiap tahunnya seperti biaya pemeliharaan AC menelan dana sekitar Rp 99 juta. Sedangkan alat tulis kantor mencapai Rp 155 juta dalam setahun.

Di lain hal juga biaya pembuatan kalender dinding yakni Rp 55 juta sedangkan kalender meja nilainya Rp 22 juta, dengan jumlah 150 lembar untuk biaya kalender menelan dana sekitar Rp77 juta di tahun ini.

Sedangkan biaya pembelian alat kebersihan hingga sabun pembersih di kantor itu dalam setahun menelan dana sekitar Rp43 juta.

 "Misalnya untuk pembelian cairan pembersih lantai, sapu, lap, pembersih kaca dan lain sebagainya memang begitu besaran anggarannya,” katanya salah satu sumber terpercaya media ini. 

Namun, kata dia anggaran ini tidak pernah diketahui secara luas di lembaga itu bahkan hanya untuk pejabat tertentu.

"Bahkan anggota dewan pun saya kira tidak tahu soal besaran anggaran dan rinciannya karena biasanya mereka fokus mengurus anggaran perjalanan dinas saja yang lain semuanya diatur sekretariat,” kata dia.

Sementara itu terkait dengan beredarnya data itu, Sekretaris DPRD Kotim, Bima Eka Wardana enggan berkomentar ketika dihubungi, Kamis (14/9) teleponnya masih aktif. Namun, juga beredar kabar bahwa saat ini dia sedang mendampingi perjalanan dinas  anggota DPRD Kotim ke luar kota hingga akhir pekan mendatang. 

“Sekretaris DPRD Kotim tidak ada dinas luar kata salah seorang petugas di DPRD tersebut," ungkap salah seorang di DPRD Kotim yang dihubungi Klikkalteng.id .(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami