KLIK.SAMPIT – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Sipil Kotawaringin Timur (Kotim) berencana menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9) sekitar pukul 07.00 WIB. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus penyampaian aspirasi terhadap kondisi sosial dan sejumlah kebijakan pemerintah.
Salah satu panitia aksi, Ridho, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara tertib dan damai, dengan harapan aspirasi masyarakat bisa didengar langsung oleh para wakil rakyat.
“Aksi ini bukan untuk membuat keributan, tapi murni menyampaikan aspirasi. Kami ingin DPRD lebih memperhatikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya, Minggu (31/8).
Tolak Kekerasan dan Intimidasi
Ridho menegaskan, aksi damai tersebut juga sebagai bentuk penolakan terhadap segala tindakan represif aparat, menyusul insiden nasional yang belakangan ramai diperbincangkan. Dalam peristiwa itu, seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan menjadi korban hingga meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis barakuda saat aksi unjuk rasa.
“Dengan tegas kami menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap rakyat. Tindakan represif aparat bisa berdampak negatif di masa depan, merusak citra institusi negara, serta mengancam prinsip demokrasi dan supremasi sipil,” tegasnya.
Massa Diperkirakan 200 Orang Lebih
Untuk memastikan jalannya kegiatan, pihak kepolisian dan Satpol PP dijadwalkan ikut mengawal aksi agar tetap aman dan kondusif. Panitia juga menyebut seluruh persiapan teknis telah dilakukan.
“Sampai saat ini persiapan berjalan aman. Kajian data sudah lengkap, surat izin masuk ke Kapolres Kotim, dan beberapa pleton sudah menyiapkan pasukannya masing-masing,” jelas Ridho.
Ia memprediksi jumlah massa yang hadir sekitar 200 orang sesuai dengan surat pemberitahuan. Namun tidak menutup kemungkinan peserta yang datang bisa lebih banyak.
“Mungkin sesuai surat sekitar 200 orang, tapi bisa saja lebih. Aksi ini kan bukan hanya dari mahasiswa atau pemuda, tapi juga menyangkut seruan seluruh masyarakat,” tambahnya.
Ajak Ojol dan Masyarakat Luas
Pada kesempatan itu, Ridho juga mengundang para pengendara ojol, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat yang merasa resah dengan kondisi saat ini untuk bergabung menyuarakan aspirasi.
“Mari kita bersama-sama menyampaikan aspirasi. Namun, saya juga mengimbau agar jangan sampai terprovokasi. Mari kita tetap menjaga aksi ini berlangsung damai,” tandasnya. (KLIK-RED)