KLIK. PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo kembali mengingatkan kabupaten dan kota memperkuat program pelaksanaan penurunan stunting di provinsi ini untuk mengejar target 2024.
Disampaikan Edy Pratowo, pencapaian prevalensi stunting di Kalteng pada tahun 2022 sebesar 26,9 persen atau mengalami penurunan 0,5 persen dari tahun 2021 yang berada di 27,4 persen, sekaligus menempatkan Kalteng di peringkat 11 tertinggi di Indonesia.
“Tentunya hal ini menjadi perhatian kita bersama bahwa, perlu kerja yang lebih keras lagi dalam penurunan stunting menuju target 15,38 persen di tahun 2024,” katanya saat kegiatan Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Kalteng, Kamis (12/10).
Perlunya kerja keras itu karena melihat persentasi prevalnesi stunting Kalteng yang berada di 26,9 persen. Memang untuk mencapai 15 persen dari angka 26 persen tidak telalu berat, namun semua bisa terealisasi asalkan semua pihak serius menjalankan program.
Ia mengharapkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota hingga tingka kelurahan atau desa harus memaksimalkan fungsi. Sebab TPPS ini sendiri berperan mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.
“Saya harap ini menjadi perhatian kita bersama, karena bagaimanapun juga harus melakukan koordinasi dan sinergi yang baik dari tingkat paling bawah supaya semua program terlaksana baik,” katanya mengingatkan.
Wagub menekankan, bahwa upaya percepatan penurunan stunting juga tidak dapat terlepas dari keberhasilan pelaksanaan program Bangga Kencana. Sebab dalam programnya Bangga Kencana turut memeperhatikan program penggunaan kontrasepsi pasca persalinan, promosi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi keluarga yang memiliki balita, pendewasaan usia perkawinan dan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
“Saya berharap, seluruh perangkat daerah pelaksana program Bangga Kencana, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, agar dapat merapatkan barisan mengawal pelaksanaan program ini di tingkat lapangan,” katanya mengakhiri. (KLIK-RED)