KLIK.SAMPIT- Pemeritah Kabupaten Kotawaringin Timur menurunkan status Tanggap Darurat kebakaran hutan dan lahan di daerah itu menjadi tanggap darurat transisi darurat pemulihan.
Hal ini berdasarkan rapat evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla di Aula Pusdalpos kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim, Senin (23/10).
"Hari ini kita ada penurunan status dari tanggap darurat menjadi transisi pemulihan," ucap Asisten 1 Setda Kotim Rihel.
Adapun penetapan transisi darurat karhutla pemulihan tahun 2023 selama 14 hari (24/10 hingga (6/11).
Rihel menyebut dari hasil rapat evaluasi, ada beberapa pertimbangan sehingga terjadinya penurunan status tanggap darurat ini.
"Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG untuk beberapa hari ke depan akan terjadi curah hujan yang cukup tinggi," ujarnya.
Selain itu jumlah titik panas (Hotspot) juga turun dratis dan indeks pencemaran udara di Kotim juga ikut turun dan berada di warna hijanu yang artinya kualitas udara sedang.
"Meskipun begitu, ada beberapa informasi dari dinas kesehatan ada peningkatan ISPA. Kita tetap waspada dengan keadaan ini," katanya.
Rihel menambahkan, dengan penurunan status ini warga tetap diminta waspada serta tidak membakar lahan yang dapat memicu terjadinya kabut asap.
"Nah selama masa pemulihan ini kami akan inventarisasi lagi perkembangan karhutla. Misalnya lahan yang kosong bagaimana dan kemudian juga dari segi kesehatan bagaimana dan apa yang harus dilakukan," tutup Rihel. (KLIK-RED)