Home Pemerintah Kotawaringin Timur Kotim Darurat Stunting, Bupati Instruksikan Pihak Terkait Bergerak

Kotim Darurat Stunting, Bupati Instruksikan Pihak Terkait Bergerak

  Sugianto   | Senin , 01 Juli 2024
138e7c3debb4cdada8c5bd90fa1728b7.jpg
Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancara awak media.

KLIK.SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor menginstruksikan semua pihak terkait mulai dari dinas setempat, camat hingga desa untuk bergerak menekan kasus stunting.

"Berdasarkan data, kami menerima laporan bahwa Kotim terendah dalam penanganan stunting Juni 2024," ucap Halikin belum lama ini.

Halikin menilai angka penurunan stunting yang terjadi di daerah itu, diduga karena sedikitnya jumlah anak yang terdata dari posyandu atau puskesmas. Sehingga data belum akurat, belum diketahui alasan balita tidak datang ke posyandu. 

"Karena tidak ditimbang sehingga hasilnya belum masuk dalam sistem, perhitungan sampel yang masih sedikit itu tidak bisa menggambarkan keseluruhan angkat stunting Kotim," ujarnya.

Orang nomor satu di Pemkab Kotim ini, memerintahkan semua pihak terkait untuk membentuk tim di desa-desa, agar berupaya menekan angka stunting ini.

"Mari bergerak kita datang ke rumah-rumah mengukur dan menimbang, gerakan ini juga melibatkan ibu-ibu PKK," imbuhnya.

Adapun sebelumnya Pemkab Kotim sudah membuat program gerebek stunting dengan memberikan susu dan telur ke rumah-rumah untuk anak-anak. Namun hasilnya terlihat malah semakin menurun. Selama ini hanya dinas kesehatan yang bergerak maka dari itu kali ini semua harus terlibat.

Berdasarkan data Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Kemenkes RI pengukuran dan intervensi serentah pencegajan stanting Kabupaten Kotim dengan target 40.361 balita sasaran.

Namun yang sudah diukur sebesar 10,95 persen, atau total 4.419 balita, dengan 993 balita bermasalah atau 22,47 persen. Setelah dilakukan penimbangan akan dimasukan data dan muncul di E-PPGBM. 

Setelah dilakukan penimbangan akan dimasukan data dan muncul di E-PPGBM, dengan banyak data yang masuk maka hasil bisa semakin akurat.

"Saya berharap agar segenap tim bisa bekerja maksimal mendatq dan selama tiga hari bisa selesai sehingga hasilnya lebih akurat," tandas Halikin.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami