KLIK.SAMPIT – Warga di Jalan Sukarno atau Lingkar Utara, Gang Burnia Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, resah akibat kemunculan lima ekor beruang di wilayah mereka.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit segera memasang dua set perangkap untuk menangkap beruang madu tersebut, Senin (19/8).
"Kami memasang perangkap beruang sebagai tindak lanjut dari laporan warga. Hasil observasi menunjukkan adanya tanda-tanda keberadaan beruang di lokasi," ujar Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah.
Muriansyah menjelaskan bahwa BKSDA kali ini memasang dua buah perangkap, mengingat laporan adanya beruang dengan ukuran besar dan sedang.
"Lokasi pemasangan perangkap dilakukan di dua tempat yang memperhatikan jalur masuk dan keluar beruang di kebun nanas. Kami menggunakan umpan berupa buah nanas dan gula merah," tambahnya.
Meski dianggap meresahkan, upaya penyelamatan satwa langka beruang madu yang dilindungi negara ini tetap dilakukan oleh petugas BKSDA, dengan didampingi anggota komunitas pencinta satwa Sampit dan masyarakat setempat.
"Kami akan berupaya menangkap beruang ini karena merupakan satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang," tegasnya.
Selain itu, BKSDA mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas dan tidak mengambil tindakan sendiri terhadap satwa tersebut, mengingat beruang madu merupakan satwa yang dilindungi Undang-Undang.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat sekitar, khususnya yang memiliki anak kecil, untuk melarang anak-anak mendekat ke perangkap hewan tersebut karena berbahaya dan dapat berakibat fatal," tandas Muriansyah. (KLIK-RED)