Home Peristiwa Waspada! Jumlah Titik Panas di Kotim Terus Meningkat

Waspada! Jumlah Titik Panas di Kotim Terus Meningkat

  Sugianto   | Sabtu , 14 September 2024
79f5bad08bb774122391b959c154162c.jpg
Kebakaran lahan yang melanda salah satu wilayah di Kecamatan Baamang, belum lama ini terjadi saat malam hari.

KLIK.SAMPIT – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan rekapitulasi terbaru, titik panas yang sebelumnya hanya terdeteksi sebanyak 2 titik pada Jumat (13/9), melonjak menjadi 18 titik pada Sabtu (14/9).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca cerah berawan saat ini meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim.

"Kabupaten Kotim memang rawan terjadi kebakaran lahan. Masyarakat harus lebih waspada karena cuaca saat ini sangat mendukung terjadinya kebakaran," kata Prakirawan BMKG Kotim Nadine Ayasha,  Sabtu (14/9).

Berdasarkan pemantauan satelit, 18 titik panas tersebar di beberapa kecamatan, sebagai berikut:

Kecamatan Antang Kalang: Desa Kuluk Telawang (3 titik), Sungai Hanya (1 titik), Tumbang Sepayang (1 titik), Waringin Agung (1 titik).

Kecamatan Teluk Sampit: Desa Parebok (3 titik).

Kecamatan Mentaya Hilir Utara: Bagendang Tengah (2 titik).

Kecamatan Bukit Santuai: Desa Tumbang Kaminting (1 titik), Tumbang Payang (1 titik).

Kecamatan Telaga Antang: Desa Bukit Indah (1 titik), Tumbang Puan (1 titik).

Kecamatan Mentaya Hulu: Desa Tumbang Sapiri (1 titik).

Kecamatan Cempaga Hulu: Desa Pantai Harapan (1 titik).

Kecamatan Tualan Hulu: Desa Tanjung Jorong (1 titik).


BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah sembarangan, serta lebih berhati-hati dalam membuang puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah sembarangan, serta berhati-hati dalam hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran. Kebakaran lahan ini dapat merugikan banyak pihak," tambah Nadine.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan informasi titik panas tersebut kepada satuan wilayah kecamatan terkait untuk segera mengambil tindakan.

“Kami akan terus memantau situasi dan telah mengarahkan Pos Lapangan (PosLap) di masing-masing kecamatan untuk segera menindaklanjuti titik api yang terdeteksi,” ujar Multazam.

Dengan meningkatnya jumlah titik panas, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk terus waspada dan proaktif dalam mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. (KLIK-RED) 

Baca Juga

Ikuti Kami