KLIK.SAMPIT – Warga Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya besar yang diduga sedang memakan bangkai binatang di bantaran sungai dekat permukiman warga.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga Basirih Hulu, Jumat (27/12) sekitar pukul 18.16 WIB.
“Laporan warga menyebutkan ada buaya sedang memakan sesuatu. Kuat dugaan itu adalah bangkai binatang,” katanya, Minggu (29/12).
Dari video yang sempat direkam warga, buaya besar dengan panjang diperkirakan lebih dari tiga meter itu terlihat sedang menghempas-hempaskan bangkai binatang sebelum memakannya.
Kemunculan buaya ini membuat warga setempat cemas, mengingat lokasinya berada di bantaran sungai dekat rumah-rumah warga. Kekhawatiran meningkat karena banyak warga masih beraktivitas di sungai tersebut.
Untuk mengantisipasi risiko, Muriansyah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai agar tidak menjadi korban serangan buaya.
“Setiap kunjungan ke daerah rawan konflik antara manusia dan buaya, kami selalu mengingatkan agar warga tidak membuang bangkai binatang atau sampah rumah tangga ke sungai. Hal tersebut dapat mengundang buaya datang,” ujarnya.
Muriansyah menyarankan warga untuk mengubur bangkai binatang daripada membuangnya ke sungai. “Bangkai yang dibuang ke sungai tidak selalu hanyut ke muara. Bisa saja tersangkut di kolong rumah panggung warga yang tinggal di tepi sungai. Apalagi sungai di wilayah selatan Kotim sering mengalami pasang surut,” jelasnya.
Menurutnya, jika bangkai tersebut tersangkut dan sungai kembali pasang, bangkai bisa kembali ke area permukiman. Kondisi ini menarik buaya untuk datang ke lokasi tersebut.
“Padahal di area tersebut masih ada aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) warga. Ini tentu berbahaya,” imbuhnya.
Selain itu, warga yang memelihara ternak di tepi atau di atas sungai juga berpotensi mengundang buaya mendekat.
“Ada tiga hal utama yang menyebabkan buaya mendekati perairan permukiman: bangkai binatang, sampah rumah tangga, dan kandang ternak di tepi sungai. Hal ini selalu kami sampaikan kepada warga, baik melalui pertemuan langsung maupun spanduk imbauan yang kami pasang,” tutupnya. (KLIK-RED)