Home Berita Metropolis Malam Tahun Baru Tak Lagi Manis Bagi Petani Jagung di Sampit

Malam Tahun Baru Tak Lagi Manis Bagi Petani Jagung di Sampit

  Sugianto   | Minggu , 29 Desember 2024
29357dd3bb9cafa6858d93ed0c2125ef.jpg
Anshori, petani jagung di Sampit, tak bersemangat menyambut tahun baru karena tanamannya banyak rusak.

KLIK.SAMPIT – Menjelang malam pergantian tahun, petani jagung manis di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghadapi masa sulit. Hasil panen tahun ini tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang meningkat, berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

Anshori, petani jagung manis di Jalan Teratai 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengungkapkan bahwa hasil panen tahun ini mengalami penurunan drastis.

“Hasil panen kami tahun ini menurun. Bahkan, kami tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar yang cukup tinggi menjelang malam tahun baru,” katanya, Minggu (29/12).

Biasanya, momen pergantian tahun menjadi peluang emas bagi petani jagung manis karena permintaan meningkat dan harga jual melambung. Namun, kondisi saat ini membuat mereka justru merugi.

Sebagai persiapan menghadapi permintaan tinggi, Anshori menanam jagung manis tiga bulan lalu. Sayangnya, hasil panen kali ini jauh dari maksimal.

“Kemungkinan besar ini akibat cuaca yang sering hujan. Bahkan, beberapa hari lalu sempat banjir sehingga kadar asam di tanah meningkat, berdampak buruk pada tanaman,” jelasnya.

Dari 2.000 bibit jagung yang ditanam, hanya sekitar 130 pohon yang berhasil bertahan. Jumlah tersebut sangat jauh dari target awal.

“Sebagian tanaman sudah dipanen, sementara yang rusak terpaksa kami pangkas agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman lain,” katanya.

Anshori berencana memanen sisa tanaman jagung dua hari sebelum tahun baru, tepatnya pada 29 Desember 2024, saat harga diperkirakan mulai meningkat.

“Biasanya, permintaan jagung tinggi untuk berbagai olahan khas malam tahun baru, seperti jagung bakar dan jagung susu. Namun, karena panen tidak maksimal, ada juga pembeli yang tidak kebagian,” ungkapnya.

Saat ini, harga jagung manis dijual di kisaran Rp4.000 per biji. Namun, Anshori mempertimbangkan untuk menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar.

“Kami masih menjual dengan harga Rp4.000 per biji. Nanti kita lihat, apakah perlu ada penyesuaian harga,” tutupnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami