Home Peristiwa Akhir Petualangan Buaya Viral di Sungai Mentawa, BKSDA Bertindak dengan Jerat

Akhir Petualangan Buaya Viral di Sungai Mentawa, BKSDA Bertindak dengan Jerat

  Sugianto   | Sabtu , 25 Januari 2025
662bc60212041e35a7cedaf319bbdde3.jpg
Petugas BKSDA dibantu komunitas pecinta reptile mengevakuasi buaya di Sungai Mentawa yang sebelumnya dijerat, Jumat malam (24 /1).

KLIK.SAMPIT – Seekor buaya yang sempat viral karena sering muncul di Sungai Mentawa, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, akhirnya ditangkap oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Jumat malam (24/1).

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan buaya muara dengan panjang 1,5 meter itu ditangkap menggunakan teknik jerat setelah pihaknya melakukan observasi berdasarkan laporan warga.

"Penangkapan ini penting dilakukan karena perilaku buaya yang kerap diberi makan warga dapat membahayakan keselamatan," jelasnya, Sabtu (25/1).

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 49 detik yang memperlihatkan warga memberi makan buaya di Sungai Mentawa sempat viral di media sosial, Selasa (23/1). Dalam video tersebut, buaya terlihat berenang mendekati permukiman, sementara warga, termasuk anak-anak, berkerumun untuk menyaksikan dan memberi makan satwa liar tersebut.

Menurut Muriansyah, kebiasaan memberi makan buaya dapat mengubah perilaku predator ini.

"Jika buaya terus diberi makan, ia akan terbiasa mendekati manusia karena merasa mudah mendapatkan makanan. Meski jinak di permukaan, tidak ada jaminan buaya tidak akan menyerang," tegasnya.

Proses penangkapan dilakukan dengan memancing buaya menggunakan potongan daging ayam segar. Upaya pertama sempat gagal, tetapi buaya akhirnya berhasil ditangkap pada percobaan kedua sekitar pukul 22.45 WIB.

"Begitu buaya mendekati umpan, kami langsung menarik jerat hingga berhasil mengamankan satwa tersebut," ungkap Muriansyah.

Buaya itu segera diikat, matanya ditutup menggunakan kain basah, dan dibawa menggunakan mobil operasional BKSDA untuk diamankan. Keberhasilan ini merupakan bagian dari langkah pencegahan agar buaya tidak lagi menjadi ancaman di permukiman.

BKSDA juga mengimbau masyarakat untuk berhenti memberi makan buaya dan menjaga jarak aman jika melihat satwa liar.

"Kebiasaan ini tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga mengganggu perilaku alami satwa," tutup Muriansyah.

Buaya yang ditangkap akan ditangani lebih lanjut untuk memastikan keselamatannya sekaligus mencegah ancaman bagi masyarakat sekitar.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami