KLIK.SAMPIT – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto di Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengalami penundaan. Jadwal yang awalnya ditetapkan pada 3 Februari kini diundur hingga 17 Februari 2025, memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk pengamat sosial di Kotim, Nurahman Ramadani.
"Mundurnya jadwal ini sangat disayangkan. Ini bagian dari program kampanye Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang seharusnya segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Nurahman, Jumat (7/2).
Dia menilai program ini sangat baik untuk masyarakat, terutama dalam meningkatkan gizi anak-anak. Selain itu, program ini juga menjadi langkah awal untuk memetakan tingkat kemiskinan yang mungkin belum terdata oleh instansi terkait.
"Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Penggunaan bahan makanan dari hasil produksi lokal serta keterlibatan warga dalam pengerjaannya bisa membuka lapangan pekerjaan baru," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah sudah melakukan rapat koordinasi terkait program ini. Namun, ia menekankan perlunya kepastian jadwal agar masyarakat tidak bingung dengan perubahan yang terjadi.
"Harus ada kejelasan, terutama soal penggunaan bahan dan pelaksanaan program yang melibatkan masyarakat setempat melalui vendor penyedia makanan gratis," tegasnya.
Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, mengungkapkan bahwa penundaan ini terjadi atas arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Vendor yang menangani penyediaan makanan menyebutkan bahwa proses pembuatan virtual account pembayaran bagi sekitar 200 Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) masih berlangsung, sehingga pelaksanaan program harus ditunda.
Program ini nantinya akan menyasar 3.000 siswa dari TK/PAUD hingga SLTA di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Selain itu, 10 persen dari kuota atau sekitar 300 porsi juga dialokasikan untuk ibu hamil. Layanan ini mencakup wilayah dengan radius maksimal 6 kilometer dari dapur umum yang berada di Jalan Jeruk 1, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Kami berharap program MBG ini segera terlaksana agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan," tandas Nurahman. (KLIK-RED)