Home Berita Metropolis Keterbatasan Vendor Jadi Kendala Pemerataan MBG di Kotim

Keterbatasan Vendor Jadi Kendala Pemerataan MBG di Kotim

  Sugianto   | Jumat , 07 Maret 2025
c774f9b4eba9164a1ed9b6e5f1f6f07b.jpg
Seorang anak di Kotim menikmati makanan dari program makanan bergizi gratis.

KLIK.SAMPIT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi kendala dalam pemerataannya. Salah satu faktor utama adalah terbatasnya jumlah vendor, sehingga distribusi makanan belum bisa menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah pedalaman.

"Saat ini jumlah vendor kita masih terbatas, sehingga belum semua siswa bisa menikmati program MBG," ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Sanggul Lumban Gaol, Jumat (7/3).

Menurutnya, setiap vendor hanya diperbolehkan memiliki satu dapur umum dengan kapasitas maksimal 3.500 porsi per hari dan radius distribusi tidak boleh lebih dari 6 kilometer. Pembatasan ini membuat cakupan program MBG masih belum optimal.

Untuk mengatasi kendala ini, pemerintah daerah mendorong para pelaku usaha kuliner untuk turut serta menjadi vendor MBG. Dengan semakin banyaknya vendor, distribusi makanan bisa menjangkau lebih banyak sekolah.

"Kami ingin program MBG ini dirasakan secara merata oleh seluruh siswa di Kotim. Oleh karena itu, kami mengajak para pelaku usaha bergabung sebagai vendor, agar lebih banyak anak yang mendapatkan manfaat dari program ini," ungkap Sanggul.

Program MBG mendapat sambutan positif dari para siswa. Bahkan, Wakil Bupati Kotim telah meninjau langsung pelaksanaan program ini di sejumlah sekolah dan melihat antusiasme yang tinggi.

"Anak-anak sangat senang dengan program ini. Kami menargetkan agar di akhir tahun nanti, MBG bisa merata di seluruh Kotim," tambahnya.

Dengan keterlibatan lebih banyak vendor, diharapkan MBG dapat memberikan asupan makanan sehat dan bergizi secara luas, sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kotim secara optimal. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami