Home Peristiwa Warga Sungai Paring Heboh, King Kobra Ditemukan di Dalam Rumah

Warga Sungai Paring Heboh, King Kobra Ditemukan di Dalam Rumah

  Sugianto   | Senin , 28 April 2025
7648659c7e7b4ea74c158bb8110e6c50.jpg
Warga berupaya mengevakuasi king kobra di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

KLIK.SAMPIT – Warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur, dibuat geger setelah seekor king kobra sepanjang 1,5 meter masuk ke dalam rumah, Minggu sore (27/4).

"King kobra itu masuk ke rumah warga di tempat Pak Aman Bengkel," ujar Kepala Desa Sungai Paring Muhammad Usuf, Senin (28/4).

Usuf mengatakan, belum diketahui pasti asal ular tersebut. Namun, ia menduga hewan mematikan itu berasal dari kawasan kebun sawit, karet, atau rotan di belakang permukiman warga.

"Kemungkinan ular itu dari hutan belakang rumah warga. Mungkin karena sering hujan, hewan-hewan mulai berkeliaran ke permukiman," jelasnya.

Saat kejadian, pemilik rumah bersama warga sekitar bahu-membahu menangkap ular tersebut. Demi menghindari bahaya, king kobra itu langsung dibunuh.

"Daripada membahayakan warga, saat ditangkap langsung dibunuh. Tapi bangkainya dibuang ke mana, saya tidak tahu," tambah Usuf.

Ia pun mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap ancaman satwa liar, khususnya ular berbisa seperti king kobra.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi ular masuk kampung kami. Karena king kobra sangat membahayakan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit Muriansyah, mengungkapkan, king kobra memang termasuk hewan mematikan, namun tidak tergolong dilindungi.

"Yang saya tahu, king kobra itu pakan alaminya ular lain, seperti ular sanca atau sawa," ujarnya.

Muriansyah menambahkan, masuknya ular ke pemukiman bisa dipicu oleh berkurangnya habitat alami akibat alih fungsi lahan, kebakaran, serta menurunnya jumlah predator alami.

"Akibatnya, populasi ular berkembang tak terkendali dan mereka masuk ke area permukiman," katanya.

Untuk mencegah ular masuk rumah, ia mengimbau warga menjaga kebersihan pekarangan dari tumpukan barang, ranting, kayu, atau kardus, karena ular menyukai tempat lembap.

"Rutin bersihkan dahan atau ranting yang mengenai rumah. Jika hendak membersihkan tumpukan barang, bisa disemprot Baygon dulu. Ular tidak suka bau itu dan akan keluar," tutup Muriansyah. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami