Home Pemerintah Murung Raya Suasana Haru Warnai Pelepasan 63 Calon Jemaah Haji Asal Murung Raya

Suasana Haru Warnai Pelepasan 63 Calon Jemaah Haji Asal Murung Raya

  Redaksi   | Sabtu , 10 Mei 2025
fbea1083a49ffaf0a96dce264dffd7b6.jpg
Bupati Murung Raya Heriyus M Yoseph didampingi Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin saat pelepasan calon jemaah haji, Jumat (9/5).

KLIK.PURUK CAHU – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan 63 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Murung Raya (Mura) yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Tampak para jemaah didampingi keluarga dan kerabat saat pemberangkatan yang berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Istiqlal, Kota Puruk Cahu, Jumat sore (9/5).

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Murung Raya,Heriyus, didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, unsur Forkopimda, dan stakeholder terkait lainnya.

Ketua panitia pemberangkatan jemaah haji Murung Raya, Nizam Candrapati, menjelaskan bahwa total CJH tahun ini berjumlah 63 orang, terdiri dari 31 laki-laki dan 32 perempuan. Namun, yang diberangkatkan pada kloter pertama berjumlah 57 orang, sementara sisanya akan menyusul pada kloter selanjutnya.

Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menyampaikan bahwa ibadah haji selain sebagai rukun Islam kelima, juga mengandung nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang tinggi.

“Kami berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar, menjaga kesehatan, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama berada di Tanah Suci,” ucap Heriyus.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus berupaya meningkatkan pelayanan ibadah haji dan umrah. Salah satu usulan yang tengah dikaji adalah pembangunan miniatur manasik haji dan umrah, yang meliputi replika Ka'bah, Sa’i, tempat lontar jumrah, dan fasilitas lainnya.

“Kami menyambut baik usulan dari Kementerian Agama Murung Raya tersebut. Semoga bisa dianggarkan pada tahun 2026 sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Murung Raya juga memberikan dukungan berupa bantuan operasional rombongan serta uang saku kepada para jemaah. Hal ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meringankan beban pembiayaan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami