Home Peristiwa Daftar Wilayah Rawan Karhutla di Kotim, BPBD: Jangan Bakar Lahan!

Daftar Wilayah Rawan Karhutla di Kotim, BPBD: Jangan Bakar Lahan!

  Sugianto   | Minggu , 18 Mei 2025
eab5589982431813709d0f486d87e364.jpg
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu.

KLIK.SAMPIT – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pasalnya, sejumlah wilayah di Kotim masuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Berdasarkan pengalaman dan kajian risiko bencana, wilayah yang rawan karhutla meliputi Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Seranau, Kota Besi, Cempaka Mulia Timur, dan sebagian Parenggean,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Minggu (18/5).

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki bentang lahan gambut yang luas, sehingga sangat rentan terbakar saat musim kemarau. Saat ini, sejumlah tanda musim kemarau mulai terlihat, seperti suhu udara yang meningkat, hujan tidak merata, dan embun tebal di pagi hari.

“Fenomena ini sejalan dengan prakiraan dari BMKG. Curah hujan mulai menurun sejak pekan ketiga Mei dan akan berlangsung hingga Juli. Suhu udara siang hari bahkan bisa mencapai 35 derajat Celsius,” terang Multazam.

Ia menambahkan, musim kemarau diperkirakan akan masuk secara bertahap, dimulai dari wilayah selatan menuju utara Kotim.

Dengan meningkatnya potensi karhutla, BPBD akan memperkuat langkah antisipasi melalui patroli rutin, sosialisasi, serta pemantauan titik-titik rawan kebakaran. Multazam juga meminta peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Sekali api menyala saat musim kemarau, sangat sulit dikendalikan dan bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Selain itu, Multazam juga mengingatkan potensi ancaman dari oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan dalam skala besar.

“Kami terus melakukan imbauan dan edukasi agar masyarakat sadar dan ikut menjaga wilayahnya dari bencana karhutla,” tandasnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami