KLIK.SAMPIT– Ketika anak-anak di kota besar pergi ke sekolah dengan kendaraan dan melewati jalan mulus, pemandangan berbeda justru terjadi di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Setiap pagi, puluhan pelajar di daerah ini menantang bahaya demi bisa mengenyam pendidikan. Mereka harus melewati jembatan kayu yang sudah lapuk, tanpa pagar pengaman, bahkan menganga di beberapa bagian.
Salah seorang siswi asal Desa Batuah mengaku harus melewati jembatan tersebut setiap hari untuk menuju sekolah di Desa Terantang. Ia menyebut perjalanan itu penuh kecemasan, apalagi saat musim hujan.
"Mau tidak mau, ini satu-satunya akses ke sekolah. Kalau hujan saya takut jatuh karena jembatannya licin dan banyak yang rusak," ujarnya, Jumat (25/7).
Diketahui, ruas Jalan Cempaga–Seranau serta wilayah Pulau Hanaut sudah berstatus jalan provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sebagai kewenangannya. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan jembatan sepanjang 3 hingga 5 meter membentang di atas aliran sungai kecil. Jembatan-jembatan itu menghubungkan permukiman warga dengan sekolah-sekolah di desa tetangga. Seluruhnya masih menggunakan papan dan balok kayu tua. Tak hanya licin saat hujan, banyak bagian yang sudah patah dan berlubang cukup besar.
Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun. Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan ke pemerintah daerah hingga provinsi, namun belum juga mendapat perbaikan yang signifikan.
"Ini jembatan vital. Bukan cuma anak sekolah, warga juga pakai buat bawa hasil kebun dan belanja. Tapi sampai sekarang belum dibangun permanen," keluh Rusdi, warga setempat.
Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi segera memperbaiki atau mengganti jembatan penghubung itu dengan konstruksi yang lebih aman dan layak. Menurutnya, belajar memang hak setiap anak, namun di wilayah itu, menuntut ilmu harus siap menantang maut.
"Kami harap ada perhatian serius dari pemerintah. Jangan cuma janji waktu pemilu. Setelah dilantik, malah dilupakan," tegasnya. (KLIK-RED)