KLIK.SAMPIT – Kebakaran lahan kembali melanda Kabupaten Kotawaringin Timur. Kali ini, api membakar lahan di Jalan Agung Soeprapto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Selasa siang (29/7). Peristiwa ini diduga kuat dipicu kelalaian warga yang membakar semak untuk membuka lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menjelaskan api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.35 WIB dan langsung merembet ke lahan gambut.
“Pemicu utamanya diduga kelalaian warga dalam membakar lahan. Sehingga api cepat menjalar ke area gambut,” terangnya.
Mendapat laporan, petugas BPBD bersama tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Manggala Agni, Polres Kotim, serta relawan langsung menuju lokasi kejadian.
Sebanyak 38 personel dikerahkan dengan dukungan 2 unit truk tangki, 4 unit mobil roda empat, 6 unit kendaraan roda dua, 28 gulung selang, serta 2 unit mesin alkon untuk memadamkan kobaran api.
“Dalam waktu sekitar 2 jam 20 menit, titik api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih besar,” tambah Multazam.
Diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 0,5 hektare. Kondisi tanah gambut membuat proses pendinginan cukup sulit, namun api berhasil dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran di Baamang Hulu tersebut menambah daftar panjang kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim selama musim kemarau 2025.
Sebelumnya, sejumlah titik api juga ditemukan di beberapa kecamatan lain, seperti Mentawa Baru Ketapang dan Seranau. Hingga akhir Juli 2025, BPBD Kotim mencatat belasan kejadian karhutla, sebagian besar akibat aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Multazam pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran, terutama di area gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya. (KLIK-RED)