KLIK.SAMPIT– Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati, mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan alat tangkap ikan ilegal yang bisa merusak ekosistem perairan. Imbauan ini disampaikannya sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber daya ikan.
“Kita harus menjaga ekosistem. Jangan sampai apa yang sudah kita jaga selama ini hilang begitu saja. Masih ada warga yang menangkap ikan dengan cara instan, seperti menggunakan setrum, racun, dan alat berbahaya lainnya,” kata Irawati saat menghadiri kegiatan di Dinas Pertanian, Rabu (27/8).
Menurutnya, penggunaan alat tangkap berbahaya tidak hanya merusak habitat ikan, tetapi juga mengancam keselamatan nelayan itu sendiri. Lebih jauh, praktik tersebut dapat mengurangi populasi ikan secara drastis dan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.
“Kalau ekosistem rusak, yang rugi bukan hanya nelayan hari ini, tetapi juga anak cucu kita nanti. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk menghindari penggunaan alat tangkap ilegal. Mari kita jaga perairan agar tetap lestari,” tegasnya.
Irawati menambahkan, pemerintah daerah bersama aparat terkait akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar nelayan beralih ke metode tangkap yang ramah lingkungan. Dengan cara itu, ekosistem tetap terjaga, sementara nelayan pun dapat melanjutkan usaha secara berkelanjutan.
“Mari kita jaga kelestarian alam yang ada di Kalimantan, khususnya di Kotim, agar generasi mendatang tetap bisa menikmati alam yang bersih, sehat, dan lestari,” pungkasnya. (KLIK-RED)