KLIK.SAMPIT – Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum juga surut. Hingga Sabtu (13/9), air masih merendam sejumlah wilayah di bagian utara, mulai dari Kelurahan Kuala Kuayan (Mentaya Hulu), Desa Bajarau (Parenggean), hingga Desa Tumbang Mujam (Tualan Hulu).
“Banjir masih terjadi di tiga desa, meliputi Kuala Kuayan, Tumbang Mujam, dan Desa Bajarau,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.
Menurutnya, arus air dari hulu sungai terus bergerak ke hilir sehingga menimbulkan dampak beruntun di sepanjang aliran. Kuala Kuayan dan Parenggean menjadi wilayah pertama yang terdampak, disusul Bajarau. Sementara di Sungai Tualan, Desa Tumbang Mujam juga ikut terendam.
“Kondisi Tumbang Mujam pada Jumat (12/9) sempat mencapai 35 sentimeter akibat hujan deras. Berdasarkan pantauan di patok banjir, saat ini sudah mulai surut,” jelas Multazam.
Meski begitu, warga di daerah terdampak masih diliputi kekhawatiran. Beberapa akses jalan terputus, aktivitas lumpuh, dan sejumlah warga mulai mengamankan barang-barang ke lokasi yang lebih tinggi.
Untuk laporan di Desa Bajarau, aktivitas masyarakat masih berjalan normal. Rumah warga juga belum terendam, namun kondisi tetap dipantau mengingat debit air terus berubah.
“Kami khawatir air makin naik. Sejumlah warga sudah bersiap kalau sewaktu-waktu harus mengungsi,” ujar salah seorang warga Kuala Kuayan.
Pemkab Kotim sebelumnya sudah menetapkan status siaga banjir selama 48 hari, mulai 12 September hingga 29 Oktober 2025. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya dampak banjir di daerah-daerah rawan.
Hingga kini, banjir belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemerintah daerah bersama aparat terkait diminta bergerak cepat melakukan penanganan darurat agar bencana tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.(KLIK-RED)