KLIK.SAMPIT – Kebakaran lahan berulang kali dilaporkan terjadi di Desa Eka Bahurui, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sejak Senin (12/10) sore hingga Selasa (13/10) dini hari. Petugas pemadam kebakaran beberapa kali dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan dan semak belukar di wilayah tersebut.
Salah satu kejadian dilaporkan pada Senin sore. Berdasarkan laporan Damkar dan Penyelamatan Kotim, informasi diterima pukul 14.52 WIB dan operasi pemadaman berlangsung hingga 16.32 WIB.
Namun, pada malam harinya, kebakaran kembali dilaporkan. Informasi diterima pukul 19.07 WIB dari Kepala Desa Eka Bahurui. Petugas tiba di lokasi pukul 19.39 WIB dan melakukan pemadaman hingga operasi dinyatakan selesai pada 21.34 WIB.
Dalam laporan tersebut disebutkan, api kembali menyala setelah sebelumnya dipadamkan pada sore hari. Petugas kemudian menangani sejumlah titik api, melakukan pendinginan di sekitar lahan, serta membuat penyekatan untuk membantu membatasi penyebaran api.
Laporan kebakaran berikutnya diterima petugas pada pukul 22.12 WIB dari warga bernama Memet. Regu pemadam tiba di lokasi pukul 22.31 WIB dan memulai operasi pada 22.33 WIB. Penanganan dinyatakan selesai pukul 22.59 WIB.
Memasuki Selasa dini hari, kebakaran kembali dilaporkan di lahan kosong dan semak belukar di belakang Pos Sektor Damkar Eka Bahurui, Jalan HM Arsyad. Kejadian tercatat sekitar pukul 02.30 WIB, dengan operasi penanganan selesai pukul 04.00 WIB. Dalam laporan tersebut, luas lahan yang terbakar ditaksir sekitar dua hektare.
Rangkaian laporan itu menunjukkan petugas harus beberapa kali menangani kebakaran di kawasan Eka Bahurui dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Namun, belum dapat dipastikan apakah seluruh laporan tersebut merujuk pada titik kebakaran yang berbeda atau sebagian merupakan kebakaran berulang di area yang sama.
Eka Bahurui sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran hutan dan lahan berkepanjangan pada Juli 2026. Saat itu, petugas menghadapi kendala pemadaman karena api dapat bertahan dan merambat di lapisan bawah lahan gambut.
Hingga laporan ini disusun, data yang tersedia belum menjelaskan penyebab rangkaian kebakaran terbaru maupun total luas lahan yang terdampak. Karena itu, keterkaitan antara kejadian sore, malam, dan dini hari masih memerlukan konfirmasi dari petugas di lapangan. (KLIK-RED)