KLIK. SAMPIT - Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), para santri memanjatkan doa agar kondisi daerah segera membaik. Doa bersama itu digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Kamis (22/10).
Kegiatan yang biasanya dilaksanakan di lapangan terbuka tersebut dipindahkan ke dalam ruangan untuk menjaga kesehatan para santri dan peserta dari paparan kabut asap.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun bangsa.
Ia mengajak para santri terus menuntut ilmu, menguasai teknologi, menjaga kerukunan, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan mandiri.
Di tengah kabut asap dan kemarau panjang, Halikinnor juga mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar, menjaga lingkungan, dan memperbanyak doa agar hujan segera turun serta kondisi daerah berangsur membaik.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini turut menjadi momentum untuk memperkuat semangat hubbul wathan minal iman, yang bermakna cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dalam diri para santri agar dapat berkontribusi bagi masyarakat dan kemajuan Kotim. (KLIK-RED)