KLIK. PALANGKA RAYA - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pemadaman darat. Pada 19 Oktober 2026, tim melaksanakan penyemaian 2,6 ton bahan modifikasi cuaca serta memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 63,10 hektare di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan pelaksanaan penanganan karhutla, OMC menggunakan dua jenis bahan, yakni dry ice dan natrium klorida (NaCl). Penyemaian dry ice dilakukan sebanyak dua sortie dengan total 1.600 kilogram.
Penyemaian tersebut mencakup wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Sementara itu, penyemaian 1.000 kilogram NaCl dilakukan di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat.
Selain upaya modifikasi cuaca, pemadaman melalui jalur darat terus dilakukan untuk menjangkau titik-titik kebakaran. Tim gabungan dilaporkan berhasil memadamkan lahan terbakar seluas sekitar 63,10 hektare.
Lokasi pemadaman tersebar di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Barat, Murung Raya, Seruyan, dan Kota Palangka Raya. Penanganan darat menjadi bagian penting untuk mengendalikan api yang muncul di berbagai lokasi.
Secara lebih luas, penanganan karhutla juga diperkuat di sejumlah provinsi prioritas melalui koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tim gabungan. Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Adapun operasi pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing dilakukan di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Kombinasi penanganan melalui udara dan darat diharapkan membantu mengendalikan kebakaran serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. Meski demikian, pemantauan titik api dan penanganan lanjutan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas kembali.
(KLIK-RED)