KLIK.PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak karhutla.
“Dari sisi kebutuhan dasar, pemerintah provinsi berkoordinasi melalui kabupaten dan kota. Kami melihat apa saja yang sekarang perlu dibantu untuk masyarakat,” kata Edy, Selasa (20/10).
Menurut Edy, upaya perlindungan warga dilakukan melalui sejumlah langkah, di antaranya penyediaan rumah oksigen, pembagian masker, penyaluran air bersih, serta bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia menekankan, penanganan karhutla harus memperhatikan dampak terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, upaya pemadaman perlu berjalan beriringan dengan langkah untuk mengurangi dampak kabut asap dan memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Koordinasi lintas instansi juga diperlukan agar penanganan di lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Pemadaman sudah pasti, tetapi menekan dampak kabut asap dan menjaga agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal tetap yang utama,” ujarnya.
Pemprov Kalteng berharap upaya penanganan karhutla dapat berjalan terpadu, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian selama kondisi kebakaran dan kabut asap masih berdampak pada kehidupan warga. (KLIK-RED)