Home Berita Metropolis Pemicu Masih Misterius, Kebakaran Dua Bangunan di Iskandar Ketapang Rugikan Pemilik hingga Rp500 Juta

Pemicu Masih Misterius, Kebakaran Dua Bangunan di Iskandar Ketapang Rugikan Pemilik hingga Rp500 Juta

  Sugianto   | Selasa , 27 Oktober 2026
72d98ff7609ba2081d7924c027c3f78b.jpg
Kebakaran bangunan di Jalan Iskandar 23, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (27/10) dini hari. (Disdamkarmat Kotim /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kebakaran yang melanda dua bangunan semi permanen di Jalan Iskandar 23, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (27/10) dini hari, menyisakan tanda tanya. Hingga proses penanganan selesai, penyebab munculnya api masih belum diketahui.

Peristiwa yang terjadi saat dini hari itu mengakibatkan dua bangunan milik warga terbakar. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp500 juta.

Kasi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hery Wahyudi, menyampaikan bahwa petugas menerima informasi kebakaran sekitar pukul 03.30 WIB. Tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.42 WIB untuk melakukan pemadaman.

“Petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 03.58 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan kondisi di lokasi aman,” ujarnya.

Dalam penanganan tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam, terdiri dari dua mobil tangki pemadam kebakaran dan satu mobil unit pemadam. Petugas juga mendapat bantuan dari relawan pemadam kebakaran Kotim serta tim Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dua bangunan yang terbakar diketahui milik Masitah, 67, dan Diah, 68. Keduanya merupakan bangunan dengan konstruksi semi permanen. Berdasarkan laporan petugas, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Hery menjelaskan, setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan sebelum operasi dinyatakan selesai pada pukul 04.40 WIB. Selanjutnya, personel kembali ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim.

“Untuk penyebab kebakaran, sampai saat ini masih belum diketahui. Adapun taksiran kerugian berdasarkan laporan sementara mencapai sekitar Rp500 juta,” jelasnya.

Belum diketahui secara pasti dari mana api pertama kali muncul maupun apa yang memicu kebakaran tersebut. Karena itu, penyebab kejadian belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan informasi lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman. Masyarakat diimbau memeriksa instalasi listrik secara berkala, memastikan peralatan elektronik yang tidak digunakan dalam kondisi aman, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Jika melihat tanda-tanda kebakaran, warga diharapkan segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami