Home Pemerintah Kotawaringin Timur Realisasi Belanja Kotim Baru 57,65 Persen, Halikinnor Minta Percepatan

Realisasi Belanja Kotim Baru 57,65 Persen, Halikinnor Minta Percepatan

  Redaksi   | Senin , 26 Oktober 2026
1bb4847a22ff83f24c7e00f349bb2629.jpg
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi, Pengendalian, dan Evaluasi (Rakordalev) Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2026, Senin (26/10). (Diskominfo Kotim/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, meminta seluruh perangkat daerah mempercepat realisasi anggaran menjelang akhir 2026. Hingga akhir Triwulan III, realisasi belanja daerah baru mencapai 57,65 persen, sementara pendapatan daerah tercatat 71,08 persen.

Penekanan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi, Pengendalian, dan Evaluasi (Rakordalev) Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2026, Senin (26/10).

Halikinnor meminta kepala perangkat daerah segera mengidentifikasi dan menyelesaikan kendala penyerapan anggaran. Perhatian khusus diberikan pada pekerjaan fisik berskala besar agar pelaksanaannya tidak menumpuk menjelang akhir tahun.

Menurutnya, percepatan realisasi anggaran harus tetap diiringi kualitas belanja dan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat. Penggunaan anggaran perlu mendukung upaya penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pelayanan publik.

Selain penyerapan anggaran, Halikinnor menekankan pentingnya koordinasi ant perangkat daerah, akuntabilitas, dan validitas data kinerja. Data yang akurat diperlukan untuk mengukur capaian program serta memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target.

Ia juga mendorong agar 14 program prioritas pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotim 2025–2029 diwujudkan melalui program kerja tahunan dan dievaluasi secara berkala.

Melalui Rakordalev tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim berupaya memperkuat pengendalian pembangunan agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran. Percepatan realisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan serapan anggaran, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami