KLIK. SAMPIT – Sejumlah proyek fisik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dijadwalkan mulai dikerjakan pada November 2026, dengan target penyelesaian sebelum tahun anggaran berakhir. DPRD Kotim menyoroti terbatasnya waktu pengerjaan, terutama karena faktor cuaca berpotensi menghambat pelaksanaan di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, SP Lumban Gaol, mengatakan informasi mengenai jadwal proyek tersebut diperolehnya setelah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Berdasarkan informasi yang diterimanya, penandatanganan kontrak sejumlah pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada pekan terakhir Oktober.
“Informasi yang saya dapat, penandatanganan proyek-proyek itu dijadwalkan minggu ini sampai tanggal 28 Oktober. Harapannya, pada November nanti pekerjaan bisa dilaksanakan secara serentak,” jelasnya, Selasa (27/10).
Anggota DPRD dari daerah pemilihan I Kotim itu menyebutkan, proses lelang sejumlah pekerjaan telah berlangsung sekitar satu bulan. Namun, pemanggilan calon pemenang untuk penandatanganan kontrak baru dijadwalkan pada pekan tersebut, sehingga waktu pelaksanaan menjadi perhatian.
Meski waktu pengerjaan semakin terbatas, Lumban Gaol menyampaikan bahwa pihak terkait optimistis proyek fisik berskala besar dapat diselesaikan pada pekan kedua Desember 2026.
“Kalau dari informasi yang saya dapat, mereka optimistis pekerjaan fisik yang besar bisa selesai pada minggu kedua Desember karena sudah menghitung waktu pengerjaannya,” ungkapnya.
Menurutnya, DPRD tetap mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi target tersebut. Salah satunya adalah cuaca, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas konstruksi dan memperlambat pekerjaan di lapangan.
Selain cuaca, Lumban Gaol menyinggung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut berdampak terhadap harga barang. Perubahan harga tersebut turut menjadi perhatian dalam perencanaan proyek, termasuk pengaturan volume pekerjaan agar tetap sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Di sisi lain, ia menyebut sejumlah kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sekolah di bawah Dinas Pendidikan yang didanai pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum Spesifik Grant (DAU SG) telah berjalan lebih awal.
Lumban Gaol menegaskan, DPRD akan terus memantau perkembangan proyek melalui komunikasi dengan instansi terkait. Pengawasan itu juga dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang mempertanyakan sejumlah proyek pembangunan yang belum terlihat dikerjakan.
Ia berharap seluruh pekerjaan yang telah diprogramkan dapat diselesaikan sesuai target sebelum tahun anggaran berakhir. Dengan pemantauan dan pelaksanaan yang terukur, proyek pembangunan diharapkan tidak tertunda dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Kotim.
(KLIK-RED)