KLIK. NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini menyusul laporan sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.
Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, kejadian bencana tercatat dalam periode Jumat (30/10) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (31/10/2026) pukul 07.00 WIB. Sejumlah peristiwa tersebut mengakibatkan lahan terbakar, rumah dan fasilitas umum rusak, serta warga mengungsi.
Untuk kejadian karhutla, kebakaran terjadi di Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (29/10) sekitar pukul 11.30 WITA. Api membakar lahan milik warga yang berdekatan dengan kawasan perumahan dengan luas sekitar satu hektare.
Karhutla juga dilaporkan di Kota Tual, Maluku, pada 3 hingga 28 Oktober 2026. Kebakaran melanda Kecamatan Pulau Dullah Selatan dan Pulau Dullah Utara, mencakup satu kelurahan dan enam desa. Luas lahan terbakar mencapai 3,24 hektare. Hingga Jumat (30/10/2026), api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.
Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kebakaran kebun terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Api membakar lahan seluas 4,7 hektare di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, dan Desa Biroro, Kecamatan Sinjai Timur. Kebakaran dipicu pembakaran ranting sisa penebangan.
Petugas pemadam kebakaran bersama Babinsa dan masyarakat melakukan pemadaman menggunakan satu unit armada pemadam serta pompa gendong. Api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Selain karhutla, hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang juga mengakibatkan kerusakan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kejadian pada Kamis (29/10/2026) pukul 16.00 WIB menyebabkan pohon tumbang dan merusak 11 rumah. Sebanyak 10 rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Satu fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan turut terdampak.
Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada waktu yang sama. Sebanyak 11 pohon tumbang di enam desa yang tersebar di Kecamatan Kedawung dan Kecamatan Ngawi. Peristiwa tersebut juga menyebabkan empat rumah rusak ringan serta kabel listrik PLN terputus.
Di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, hujan deras disertai angin kencang pada Senin (26/10 ) pukul 17.00 WITA berdampak pada 28 rumah dan satu fasilitas pendidikan. Kerusakan tersebar di Kecamatan Salam Babaris, Tapin Selatan, dan Bungur.
Hingga Jumat (30/10), material pohon tumbang yang menimpa rumah warga telah dibersihkan. Namun, kerusakan atap rumah masih memerlukan penanganan dan bantuan lanjutan.
Dampak angin kencang juga tercatat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (29/10 pukul 15.00 hingga 17.30 WIB. Peristiwa yang dipicu hujan sedang hingga lebat tersebut berdampak pada 82 kepala keluarga atau 294 jiwa di empat desa di Kecamatan Lebakwangi dan Maleber.
Sebanyak dua kepala keluarga atau delapan jiwa dilaporkan mengungsi. Kerusakan tercatat pada 80 rumah, terdiri atas 66 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan delapan rusak berat. Satu ruas jalan dan satu fasilitas umum turut terdampak.
Sementara itu, banjir terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan tanggul jebol pada Kamis (29/10/2026) pukul 21.30 WIB. Banjir berdampak pada 310 rumah di tiga desa di Kecamatan Tanjung Pura.
BPBD Kabupaten Langkat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah meninjau lokasi serta mengukur tanggul yang jebol. Penanganan lanjutan direncanakan menggunakan geobag.
Banjir luapan disertai tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (29/10/2026) pukul 23.00 WIB. Sebanyak 27 rumah mengalami kerusakan ringan di tiga desa di Kecamatan Munjungan. BPBD bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat terus memantau ketinggian air di wilayah terdampak.
Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, banjir terjadi di Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, pada Jumat (30/10/2026) pukul 19.10 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama serta gorong-gorong tersumbat material tanah longsor memicu banjir tersebut.
Sebanyak enam kepala keluarga atau 29 jiwa terdampak, dengan enam rumah turut terkena banjir. BPBD Kabupaten Sragen telah melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi. Hingga laporan diterima, banjir telah surut dan cuaca terpantau berawan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Warga juga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi sekitar menunjukkan risiko bencana. (KLIK-RED)