Home Berita Nasional Wantimpres Matangkan Pertimbangan Perdana untuk Presiden Prabowo, Bahas Tiga Bidang Strategis

Wantimpres Matangkan Pertimbangan Perdana untuk Presiden Prabowo, Bahas Tiga Bidang Strategis

  Redaksi   | Jumat , 30 Oktober 2026
a9a42fe105f925d848a7718877e529dc.jpg
Rapat Pleno Keempat, Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) mematangkan penyusunan pertimbangan perdana untuk Presiden Prabowo Subianto, Kamis (29/10). (Wantimpres RI)

KLIKKALTENG.ID – Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) mematangkan penyusunan pertimbangan perdana untuk Presiden Prabowo Subianto melalui Rapat Pleno Keempat, Kamis (29/10/2026). Rapat yang dipimpin Ketua Wantimpres RI Pratikno tersebut membahas draf masukan dari tiga bidang strategis.

Ketiga bidang tersebut meliputi Politik, Hukum, dan Keamanan; Kesejahteraan Sosial, Agama, dan Budaya; serta Ekonomi dan Keuangan. Pembahasan dilakukan dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, dan perspektif para anggota untuk menghasilkan pertimbangan yang matang, objektif, dan berimbang.

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang dipimpin Agum Gumelar menyoroti perkembangan geopolitik, dinamika politik dan hukum, serta tantangan keamanan yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Sementara itu, Bidang Kesejahteraan Sosial, Agama, dan Budaya yang dipimpin Pratikno membahas berbagai persoalan sosial, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Bidang ini juga mendalami penguatan karakter bangsa serta upaya menjaga persatuan nasional.

Adapun Bidang Ekonomi dan Keuangan yang diketuai Chairul Tanjung membahas tantangan perekonomian nasional, penguatan kedaulatan ekonomi, tata kelola sumber daya alam, hingga sektor maritim.

Wakil Ketua Wantimpres RI Muhammad Hatta Rajasa yang mewakili Chairul Tanjung menekankan pentingnya langkah strategis dan fundamental dalam menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, langkah tersebut perlu didukung tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Ketua Wantimpres RI Pratikno menyampaikan, dalam waktu kurang dari satu bulan, lembaga tersebut telah menggelar empat kali rapat pleno. Rangkaian rapat itu menjadi bagian dari proses penyusunan pertimbangan kepada Presiden.

Ia menegaskan, pembahasan akan terus ditindaklanjuti dengan tetap menjaga kerahasiaan materi pertimbangan yang disampaikan kepada Presiden. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami