Home Berita Nasional Terima Father of Asian EV, Wapres Gibran Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

Terima Father of Asian EV, Wapres Gibran Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

  Redaksi   | Jumat , 30 Oktober 2026
7c3029cdcd1a41566ea97fb7801d8488.jpg
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima akademisi kelahiran Magelang, Prof. Ching-Chuen Chan, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (28/10). (Foto: Kementerian Sekretariat Negara)

KLIKKALTENG.ID  – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima akademisi kelahiran Magelang, Prof. Ching-Chuen Chan, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (28/10). Pertemuan tersebut membahas penguatan riset dan inovasi kendaraan listrik serta upaya membangun kemandirian teknologi nasional.

Prof. Chan dikenal sebagai Father of Asian EV. Saat ini, ia menjabat sebagai Distinguished Chair Professor of Electric Vehicles and Smart Energy di Hong Kong Polytechnic University.

Dalam pertemuan itu, Gibran menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik, menjadi salah satu fokus pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pengembangan industri kendaraan listrik perlu didukung kebijakan insentif yang tepat agar semakin banyak masyarakat tertarik menggunakan kendaraan berbasis energi listrik.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie turut menyoroti pentingnya menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan industri tersebut. Upaya itu dapat dilakukan melalui penyesuaian kurikulum, penguatan sertifikasi kompetensi, serta pengembangan teknologi dalam negeri.

Sementara itu, Prof. Chan menekankan bahwa Indonesia perlu membangun kemampuan riset dan inovasi secara mandiri. Menurutnya, teknologi kelas satu tidak cukup hanya dibeli dari negara lain, tetapi perlu dikembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager IASTIC Indonesia Adrianto Gani menyampaikan inisiatif mendorong penggunaan sepeda motor listrik. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber energi baru, termasuk tenaga surya.

Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya keterhubungan antara kebijakan pemerintah, pendidikan, riset, dan kebutuhan industri. Penguatan seluruh sektor itu menjadi bagian dari upaya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang melibatkan kemampuan dan inovasi anak bangsa. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami