KLIK. SAMPIT – Sebanyak delapan titik panas atau hotspot terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga Minggu (1/11) pukul 16.00 WIB. Kecamatan Bukit Santuai mencatat jumlah terbanyak dengan empat titik panas.
Berdasarkan rekapitulasi data BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit dan BPBD Kotim yang diolah BRIN, delapan titik tersebut tersebar di lima desa pada empat kecamatan.
Di Kecamatan Bukit Santuai, tiga titik terdeteksi di Desa Lunuk Bagantung dan satu titik di Desa Tumbang Payang. Sementara itu, Kecamatan Teluk Sampit mencatat dua titik panas yang seluruhnya berada di Desa Ujung Pandaran.
“Dua titik lainnya masing-masing terdeteksi di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, serta Desa Ganepo, Kecamatan Seranau,” ungkap Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit SUci Priatin Ningsih.
Seluruh titik panas tersebut berada pada tingkat kepercayaan menengah atau medium confidence, yakni rentang 30 hingga 79 persen. Tidak ditemukan titik dengan kategori kepercayaan rendah maupun tinggi dalam rekapitulasi tersebut.
Data mencatat titik panas terdeteksi menggunakan satelit SNPP dan NOAA20. Waktu deteksi tersebar mulai pukul 01.17 WIB hingga 13.56 WIB.
Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu pada permukaan bumi yang dapat berkaitan dengan kebakaran. Namun, data hotspot tidak serta-merta memastikan adanya kebakaran sehingga perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.
Pemantauan dan pengecekan di wilayah terdeteksi diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api. (KLIK-RED)