Home Peristiwa Hujan Belum Hentikan Karhutla, Api Kembali Menyala di Kotawaringin Lama

Hujan Belum Hentikan Karhutla, Api Kembali Menyala di Kotawaringin Lama

  Akhmad Syahriansyah   | Minggu , 01 November 2026
beb5ef765378bde80e32805d8e427f73.jpg
Kepulan asap Karhutla di kilometer 27-28 Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (1/11).(Isimewa)

KLIK. PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah. Kebakaran skala besar dilaporkan terjadi di sekitar kilometer 27–28 Jalan Ahmad Shaleh, Kecamatan Kotawaringin Lama, Minggu (1/11).

Kepulan asap terlihat di kawasan tersebut pada Minggu siang. Dugaan sementara, cuaca panas yang berlangsung sejak pagi hingga sore menyebabkan bara api kembali menyala setelah sebelumnya sempat padam akibat hujan.

Kepala Operasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Kobar  Agus Dwi Suhartono, mengatakan penanganan kebakaran di wilayah tersebut menjadi perhatian satgas. Hal itu sesuai instruksi bupati agar setiap kejadian karhutla, baik skala besar maupun kecil, segera ditangani.

Menurut Agus, hujan yang turun belakangan ini masih bersifat sementara dan belum menandakan musim hujan telah berlangsung secara konsisten. Karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran susulan.

"Jadi ya tetap masyarakat harus waspada, jangan bakar sampah sembarangan apalagi buka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Saat ini, Satgas Karhutla masih melakukan penanganan di ruas Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama. Petugas juga menangani kebakaran di kawasan Tatas, Kelurahan Baru, serta Kalimati Lama, Pasir Panjang.

Agus meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing. Personel satgas, kata dia, tetap bersiaga untuk merespons kejadian karhutla.

"Segera laporkan bila ada titik api, dan saat ini personel standby untuk penanganan kejadian Karhutla," pungkasnya.

Kembalinya kebakaran setelah hujan menjadi pengingat bahwa curah hujan yang turun belum tentu membuat seluruh lahan benar-benar aman. Pemantauan dan penanganan lanjutan tetap diperlukan untuk mencegah bara api kembali menyala dan meluas. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami