KLIK. SAMPIT— Guna mempercepat proses vaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapatkan lagi vaksin COVID-19 sebanyak 210 dosis, jenis AstraZeneca. Hingga saat ini vaksin sudah terpakai sebanyak 160 dosis dan saat ini tersisa 50 dosis.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menjelaskan vaksin AstraZeneca yang diterima oleh Pemkab Kotim dialokasikan bagi anggota TNI dan Polri.
"Memang ada distribusi vaksin AstraZeneca dari provinsi, yang diperuntukan bagi anggota TNI dan Polri," terang Umar.
Umar menyampaikan, berdasarkan informasi yang didapatkan efikasi vaksin AstraZeneca adalah 78 persen. Sedangkan vaksin Sinovac berdasarkan hasil uji klinis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, efikasi Sinovac sebesar 65,3 persen. Angka ini memenuhi persyaratan WHO yakni diatas 50 persen.
Disampaikannya terdapat perbedaan jeda pemberian pemberian dosis pertama dan kedua antara vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Jika dosis kedua vaksin Sinovac diberikan dalam rentang 28 hari, penyuntikan dosis satu dan dua vaksin AstraZeneca bersela dua bulan.
"Jarak antara vaksin AstraZeneca sampai dua bulan, artinya vaksin pertama dan kedua itu jangkanya dua bulan," ujarnya
Dengan cepat proses distribusi vaksin, maka pemerintah juga akan mempercepat proses penyuntikan vaksin terhadap masyarakat. Pihaknya pun belum dapat memastikan, apakah kedepannya akan terus mendapatkan vaksin Sinovac atau AstraZeneca
"Karena distribusi vaksin ini, Kementerian Kesehatan melihat data berapa persen pelaksanaan vaksinasi yang telah dilakukan Kotim. Maka dari data itu kelihatan, jadi sebesar jumlah itulah vaksin yang dikirim ke Kotim," terangnya.
Seperti diketahui vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia, adalah produksi dari Korea Selatan dan memiliki jaminan mutu, sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). (KLIK-RED)