KLIK. SAMPIT – Hery Santoso (24), seorang pemuda yang nekat melakukan aksi perampokan beberapa waktu lalu, kini sudah dimasukan ke dalam ruang tahanan yang ada di Markas Kepolisian Resor Kotim. Namun, pihak Kepolisian sampai saat ini masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.
”Masih kami kembangkan. Karena pelaku ada membeli narkoba sebelum melakukan aksinya,” kata Kapolsek Baamang AKP Ratno, Jumat (9/7).
Saat diinterogasi petugas, pria yang tinggal di Jalan Cristopel Mihing, Gang Ali Hamzah, Kecamatan Baamang, itu bungkam di mana ia membeli narkoba. Sementara, pelaku mengaku, selain mengonsumsi obat jenis dexstromethorpan, ia juga ada mengonsumsi minuman keras (miras) sebelum melakukan aksinya yakni merampok.
”Meski pelaku bungkam, kami akan mencari tahu di mana obat terlarang itu ia dapatkan. Yang pasti, saat ini anggota sudah berada di lapangan untuk mencari tahu informasi-informasi yang ada,” ujarnya.
Ratno menegaskan, saat ini pihaknya sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka atas kasus percobaan pencurian dengan kekerasan. Selain dikenakan Pasal 365 KUHPidana, ayah satu orang anak ini juga dikenakan Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana Tentang Penganiayaan.
Seperti berita sebelumnya, aksi perampokan itu terjadi di Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit, Senin (5/7) malam. Di mana, pelaku seorang diri itu nekad melakukan aksi perampokan di sebuah kios. Apesnya, korban bernama Elina (35) tak tinggal diam.
Saat itu dia memberanikan diri melakukan perlawanan terhadap pelaku. Sebelum meninggal pergi tempat kejadian perkara (TKP), pelaku kemudian melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang. Akibatnya, telapak tangan kiri korban mengalami luka robek.
Setelah melarikan diri, ia akhirnya berhasil diamankan petugas Kepolisian saat bersembunyi di semak belukar tak jauh dari TKP. Selanjutnya, pelaku pun digiring ke Mapolsek Baamang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada Polisi, Hery mengaku melakukan aksi perampokan tersebut karena ingin membeli susu anaknya. Karena takut tidak bisa membeli susu anaknya, ia juga takut dimarahi oleh istrinya karena tidak bisa membeli susu anaknya itu tadi. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan melakukan aksi perampokan tersebut. (KLIK-RED)