KLIK. SAMPIT— Pemerintah desa dan kecamatan diminta untuk mengoordinir masyarakat, agar bisa memanfaatkan lahan tidur yang ada untuk lahan pertanian. Sebab di 17 kecamatan di Kotim, cukup banyak lahan tidur yang tak termanfaatkan.
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Darmawati, meminta, agar para camat dan kepala desa agar ikut mempromosikan potensi usaha yang ada di wilayah mereka, untuk menarik investor. "Terutama sekali lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif pertanian," jelasnya, Rabu (22/9).
“Investor yang saya maksud disini adalah, pihak ketiga yang punya kemampuan, baik secara finansial maupun keilmuan untuk mengelola lahan yang mulanya tidur menjadi bernilai rupiah,” ucapnya.
Menurutnya lahan tidur tersebut bisa saja dimanfaatkan, untuk bidang perkebunan, industri bahkan sektor usaha kreatif lainnya. Namun, lanjutnya, semua itu harus tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, serta aturan daerah yang ada.
Sehubungan banyaknya lahan yang ada dan tidak termanfaatkan dengan baik, bahkan banyak yang hanya ditumbuhi semak belukar, yang jadi langganan kebakaran saat musim kemarau. Jika melihat dari daerah lain, dirinya optimis jika banyak sektor investasi yang bisa ditarik ke Kotim nantinya.
“Hal ini harus bisa dikoordinasi oleh pemerintah desa dan kecamatan. Agar masyarakat bisa lebih memanfaatkan lahan tidur yang ada di Kotim,” tandasnya. (KLIK-RED)