Home Pemerintah Pemprov Kalteng Antisipasi Lonjakan Covid-19, Waspadai Tingkat Mobilitas Masyarakat di Kalteng

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Waspadai Tingkat Mobilitas Masyarakat di Kalteng

  Redaksi   | Minggu , 24 April 2022
c247b6e4e22ae5672de803aa63826cd7.jpg
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo.

KLIK.PALANGKA RAYA - Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo mengatakan, kebijakan pemerintah tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik harus direspons dengan bijak oleh pemerintah daerah dan seluruh jajarannya.

Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, seluruh daerah diminta selalu waspada dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan sangat rawan terhadap terjadinya transmisi Covid-19 pada saat menjelang dan pasca perayaan Hari Raya Idulfitri.

"Sehingga diperlukan langkah-langkah sinergis dengan seluruh stakeholder terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian Idulfitri," kata dia.

Maka dari itu, perlu strategi penguatan penyebaran Covid-19 pada saat menjelang dan pasca Idulfitri, harus dapat dilaksanakan dengan baik dengan melakukan langkah-langkah dengan kerja sama antar pihak.

"Yang pasti pertama melakukan imbauan dan pengawasan kedisiplinan masyarakat agar taat protokol kesehatan. Ini hal yang sangat perlu dilakukan dan diingatkan terus," katanya mengingatkan.

Pemerintah juga perlu mendorong pengelolaan tempat wisata untuk memastikan aplikasi pedulilindungi terpasang dan harus benar-benar digunakan. Hal ini dimaksudkan untuk pengawasan masyarakat yang melakukan liburan saat Idulfitri nantinya.

Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah bersama pihak terkait harusmelaksanakan penjagaan dan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah Idul Fitri di masjid maupun lapangan.

Sementara itu untuk antisipasi penularan Covid-19, seluruh perangkat diminta melakukan Testing, Tracing dan Treatment terhadap kasus yang terkonfirmasi. Tentunya hal itu harus melalui isolasi mandiri, isolasi terpusat atau perawatan di rumah sakit.

"Di samping itu kita masih tetap melakukan percepatan vaksinasi terutama pada daerah yang masih rendah secara cakupan," katanya mengakhiri. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami