Home Pemerintah Kotawaringin Timur Pasar Murah di Eks Mentaya Sampit Diserbu Pembeli

Pasar Murah di Eks Mentaya Sampit Diserbu Pembeli

  Redaksi   | Selasa , 30 Agustus 2022
1ac439e27a04e299eca2ea7557098671.jpg
Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekda Kotim Fajrurrahman, dan Ekonom Bank Indonesia Suwarha meninjau pasar murah cabai, bawang dan telur di Pertokoan Eks Mentaya Sampit, Selasa (30/8).

KLIK.SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah dan distributor pangan menggelar pasar murah di Pertokoan Eks Mentaya Teater, Selasa (30/8). Keberadaan pasar ini pun langsung diserbu pembeli.

“Memang cukup membantu, karena jauh lebih murah dari harga di pasaran,”ucap Hariadi, salah seorang pembeli.

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor pun menyempatkan diri meninjau pasar murah tersebut. Dia berharap, dengan adanya pasar murah ini dapat membantu masyarakat di tengah kenaikan harga pangan saat ini.

“Memang tidak setiap hari. Namun harapan kami ini bisa membantu masyarakat secara ekonomi dan menekan inflasi,” kata Halikinnor.

Pemerintah bersama Bank Indonesia bekerja sama menggelar pasar murah dengan memberikan subsidi ongkos angkut kepada distributor. Sehingga harga dapat ditekan jauh dari harga di pasaran.

Ekonom Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Suwarha mengatakan, pasar murah ini bagian dari gerakan nasional pengedalian inflasi pangan. Sebab saat ini sisi pangan merupakan salah satu penyumbang inflasi di Indonesia.

 ”Harapannya dengan adanya kegiatan ini inflasi dari sisi pangan berkurang,” ucap Suwarha.

Dijelaskannya pula Kota Sampit merupakan kota pemantauan inflasi di Kalimantan Tengah selain Kota Palangka Raya. Apalagi menurut pantauan pihaknya tingkat inflasi Kota Sampit, mulai meningkat. Terutama dari sisi pangan.

Berbagai komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi di Kota Sampit adalah dari bahan kebutuhan pangan seperti cabai rawit, bawang merah dan telur ayam. 

“Sebenarnya ini untuk antisipasi. Karena inflasi sampit cukup tinggi. Terutama untuk komoditas pangan. Namun untuk Sampit, tidak hanya komoditas itu tapi ada beberapa bukan komoditas pangan juga memiliki andil inflasi salah satunya tarif PDAM,” tambahnya.

Sebelumnya dalam kegiatan ini dinas terkait telah mendistribusikan kupon ke kecamatan-kecamatan terdekat. Kendati demikian masyarakat umum tanpa kupon pun tetap dilayani.

Selama dua hari ini, pihaknya menargetkan menjual bawang merah sebanyak 1,3 ton, telur ayam sebanyak 500 kilogram, dan cabai 500 kilogram.

“Itu untuk operasi pasar selama dua hari ini. Selanjutnya kami akan melihat antusias masyarakat. Semoga kondisi inflasi menurun selama dua hari ini,” tutupnya. 

Dalam pasar murah itu bawang merah dijual Rp 20 ribu per kilogram dari harga normalnya yakni Rp 35 ribu per kilogram. Telur ayam dijual Rp 45 ribu per sap jauh lebih murah dari harga di pasaran yakni Rp 60 ribu per sap. (KLIK.RED)

Baca Juga

Ikuti Kami