Home Pemerintah Kotawaringin Timur BNN Kalteng Membentuk IBM Optimalkan Penanggulangan Narkoba di Kotim

BNN Kalteng Membentuk IBM Optimalkan Penanggulangan Narkoba di Kotim

  Sugianto   | Kamis , 29 Februari 2024
7d87a95e28630a0acb5baa62d482e42e.jpg
Kepala BNN Provinsi Kalteng Joko Setiono bersama Wakil Bupati Kotim Irawati saat pembentukan IBM di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kotim, Kamis (29/2).

KLIK.SAMPIT- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur membentuk Intervensi Berbasis Masyarakat akan (IBM) di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kotim, Kamis (29/2).

Hal ini sebagai upaya penanggulangan narkotika dan obat- obatan terlarang (narkoba). Baik itu rehabilitasi korban ketergantungan terhadap sekaligus memberantas peredaran narkoba di daerah dan khususnya di wilayah setempat.

Kepala BNN Provinsi Kalteng Joko Setiono mengatakan pembentukan IBM ini sebagai bagian dari upaya rehabilitasi narkoba yang dilaksanakan pemerintah dan masyarakat

"Upaya rehabilitasi narkoba yang dilaksanakan pemerintah dan masyarakat dengan konsep dari, oleh dan untuk masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya acara ini dilaksanakan oleh petugas agen pemulihan (AP) yang pemilihannya akan dilaksanakan siang hari ini kemudian dilatih selama 3 (tiga) hari di BNN Provinsi Kalteng. 

 "Kgiatan hari ini tidak hanya berupa seremoni namun merupakan wujud kehadiran negara dalam menyelamatkan anak bangsa. Mereka telah kehilangan masa lalunya tetapi masa depan masih ada harapan," kata Joko Setiono.

Dia menjelaskan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia dari hasil survei yang dilakukan oleh BNN dan BRIN tahun 2023 terjadi penurunan dibandingkan tahun 2021 sebesar 11,28 persen dalam setahun pakai dan 10,93 persen pernah pakai. 

Sedangkan di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, prevalensi setahun pakai 0,40 persen atau sebanyak 6.317 orang. Menurunnya prevalensi angka tersebut dipengaruhi oleh menurunnya kasus odhiv dalam beberapa tahun terahir (Kemenkes, 2022).

"Mencermati hal tersebut BNN sebagai leading institution dalam pelaksanaan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dan prekursor narkotika menggunakan strategi akselerasi hard power melalui pemberantasan dan soft power melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi, serta smart power melalui pengembangan teknologi informasi tanpa ada toleransi terhadap sindikat Narkotika," jelas Joko Setiono.

Sementara Wakil Bupati Kotim Irawati menyebut pemerintah daerah selalu berupaya menanggulangi penyakit masyarakat ini. Baik itu membina korban ketergantungan narkoba maupun memberantas peredaran narkoba. Dia berharap dengan adanya IBM di Kecamatan Baamang ini bisa lebih epektif dalam penanggulangan narkoba.

"Selama ini kita telah gencar melakukan upaya menanggulangi narkoba ini baik itu membina maupun upaya dalam menekan kasus-kasus nakotika ini, mudahan adanya IBM ini sangat epektif untuk menekan penyalahgunaan narkoba dan tidak terjadi di daerah kita dan khususnya wilayah setempat," ungkapnya.

Selain itu orang nomor 2 di pemerintahan Kabupaten Kotim sekaligus ketua BNK Kotim ini, mengatakan Pihaknya juga sudah mengajukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) agar bisa berdiri di Kotim.

"Alhamdulillah kita bersyukur di Kotim, bapak Bupati Kotim Halikinnor tentunya beliau sangat ingin sekali BNK bisa terbentuk di Kabupaten Kotim. kita sudah mengajukan BNK agar bisa berdiri di tempat kita dan pusat juga sudah merespon baik. mudah-mudahan adanya BNK di Kotim bisa lebih maksimal lagi penanggulan narkoba," ujarnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami